K I T A B T A U H I D
Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab At Tamimi
BAB 35
SABAR TERHADAP TAKDIR ALLAH ADALAH
BAGIAN DARI IMAN KEPADANYA
Allah Subhanahu wata’ala berfirman :
]وما أصاب من مصيبة إلا بإذن الله، ومن يؤمن بالله يهد قلبه والله بكل شيء عليم[
“Tiada suatu musibah yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah, dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. At Taghobun, 11)
‘Al Qomah([1]) menafsirkan Iman yang disebutkan dalam ayat ini dengan mengatakan :
"هو الرجل تصيبه المصيبة فيعلم أنها من عند الله فيرضى ويسلم"
“Yaitu : orang yang ketika ditimpa musibah, ia meyakini bahwa itu semua dari Allah, maka ia pun ridho dan pasrah (atas takdirNya).
Diriwayatkan dalam shahih Muslim dari Abu Hurairah Radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :
"اثنان في الناس هما بهم كفر، الطعن في النسب، والنياحة على الميت"
“Ada dua perkara yang masih dilakukan oleh manusia, yang kedua-duanya merupakan bentuk kekufuran : mencela keturunan, dan meratapi orang mati”.