Selamat datang di Blog ini

Menebar Dakwah Salafiyyah, Ahlus Sunnah wal Jamma'ah

Kamis, 31 Maret 2011

BAB 35 SABAR TERHADAP TAKDIR ALLAH ADALAH BAGIAN DARI IMAN KEPADANYA

K I T A B T A U H I D

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab At Tamimi
Pemurnian Ibadah Kepada Allah

BAB 35

SABAR TERHADAP TAKDIR ALLAH ADALAH

BAGIAN DARI IMAN KEPADANYA





Allah Subhanahu wata’ala berfirman :

]وما أصاب من مصيبة إلا بإذن الله، ومن يؤمن بالله يهد قلبه والله بكل شيء عليم[

“Tiada suatu musibah yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah, dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. At Taghobun, 11)

‘Al Qomah([1]) menafsirkan Iman yang disebutkan dalam ayat ini dengan mengatakan :

"هو الرجل تصيبه المصيبة فيعلم أنها من عند الله فيرضى ويسلم"

“Yaitu : orang yang ketika ditimpa musibah, ia meyakini bahwa itu semua dari Allah, maka ia pun ridho dan pasrah (atas takdirNya).

Diriwayatkan dalam shahih Muslim dari Abu Hurairah Radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :

"اثنان في الناس هما بهم كفر، الطعن في النسب، والنياحة على الميت"

“Ada dua perkara yang masih dilakukan oleh manusia, yang kedua-duanya merupakan bentuk kekufuran : mencela keturunan, dan meratapi orang mati”.

BAB 34 MERASA AMAN DARI SIKSA ALLAH DAN BERPUTUS ASA DARI RAHMATNYA

K I T A B T A U H I D

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab At Tamimi
Pemurnian Ibadah Kepada 

BAB 34

MERASA AMAN DARI SIKSA ALLAH DAN BERPUTUS ASA

DARI RAHMATNYA





Firman Allah Subhanahu wata’ala :

]أفأمنوا مكر الله، فلا يأمن مكر الله إلا القوم الخاسرون[

“Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tiada terduga duga) ?, tiada yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang yang merugi” (QS. Al A’raf, 99).

]ومن يقنط من رحمة ربه إلا الضالون[

“Dan tiada yang berputus asa dari rahmat Rabbnya kecuali orang-orang yang sesat” (QS. Al Hijr, 56).



Diriwayatkan dari Ibnu Abbas Radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam ketika ditanya tentang dosa-dosa besar, beliau menjawab :

"الشرك بالله، واليأس من روح الله، والأمن من مكر الله ".

“Yaitu : syirik kepada Allah, berputus asa dari rahmat Allah, dan merasa aman dari makar Allah”.

BAB 33 TAWAKKAL KEPADA ALLAH

K I T A B T A U H I D
Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab At Tamimi
Pemurnian Ibadah Kepada 

BAB 33

TAWAKKAL KEPADA ALLAH





Firman Allah Subhanahu wata’ala :

]وعلى الله فتوكلوا إن كنتم مؤمنين[

“Dan hanya kepada Allah hendaklah kamu bertawakkal, jika kamu benar-benar orang yang beriman” (QS. Al Maidah, 23).

]إنما المؤمنون الذين إذا ذكر الله وجلت قلوبهم وإذا تليت عليهم آياته زادتهم إيمانا وعلى ربهم يتوكلون[

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman (dengan sempurna) itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka karenanya, serta hanya kepada Rabbnya mereka bertawakkal” (QS. Al Anfal, 2)

]يا أيها النبي حسبك الله ومن اتبعك من المؤمنين[


“Wahai Nabi, cukuplah Allah (menjadi pelindung) bagimu, dan bagi orang-orang mu’min yang mengikutimu” (QS. Al Anfal, 64).

BAB 32 TAKUT KEPADA ALLAH

K I T A B T A U H I D

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab At Tamimi

Pemurnian Ibadah Kepada Allah

BAB 32

TAKUT KEPADA ALLAH





Firman Allah Subhanahu wata’ala :

]إنما ذلكم الشيطان يخوف أولياءه، فلا تخافوهم وخافوني إن كنتم مؤمنين[

“Sesungguhnya mereka itu tiada lain hanyalah syetan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik) karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepadaKu saja, jika kamu benar-benar orang yang beriman” (QS. Ali Imran, 175).

]إنما يعمر مساجد الله من آمن بالله واليوم الآخر وأقام الصلاة وآتى الزكاة ولم يخش إلا الله فعسى أولئك أن يكونوا من المهتدين[.

“Sesungguhnya yang memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir, serta tetap mendirikan sholat, membayar zakat, dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah (saja), maka mereka itulah yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk” (QS. At Taubah, 18).

]ومن الناس من يقول آمنا بالله فإذا أوذي في الله جعل فتنة الناس كعذاب الله ولئن جاء نصر من ربك ليقولن إنا كنا معكم أوليس الله بأعلم بما في صدور العالمين[


“Dan diantara manusia ada yang berkata : kami beriman kepada Allah, tetapi apabila ia mendapat perlakuan yang menyakitkan karena (imannya kepada) Allah, ia menganggap fitnah manusia itu sebagai adzab Allah, dan sungguh jika datang pertolongan dari Tuhanmu, mereka pasti akan berkata :“Sesungguhnya kami besertamu” bukankah Allah mengetahui apa yang ada dalam dada semua manusia ?” (QS. Al ankabut, 10).

BAB 31 CINTA KEPADA ALLAH

K I T A B T A U H I D
Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab At Tamimi
Pemurnian Ibadah Kepada Allah

BAB 31

CINTA KEPADA ALLAH





Firman Allah Subhanahu wata’ala :

]ومن الناس من يتخذ من دون الله أندادا يحبونهم كحب الله والذين آمنوا أشد حبا لله[

“Dan diantara manusia ada orang-orang yang mengangkat tandingan-tandingan selain Allah, mereka mencintaiNya sebagaimana mencintai Allah, adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah.” (QS. Al Baqarah, 165).

]قل إن كان آباؤكم وأبناؤكم وإخوانكم وأزواجكم وعشيرتكم وأموال اقترفتموها وتجارة تخشون كسادها ومساكن ترضونها أحب إليكم من الله ورسوله وجهاد في سبيله فتربصوا حتى يأتي الله بأمره[


“Katakanlah jika babak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, keluarga, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tinggal yang kamu sukai, itu lebih kamu cintai daripada Allah dan RasulNya, dan daripada berjihad di jalanNya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusanNya” (QS. At taubah, 24).

Senin, 28 Maret 2011

Merdunya Suara di Tengah Ceramah Agama

إيراد الآية أثناء الخطبة أوالدرس هل يسن تجويدها وترتيلها؟

Mengutip ayat ketika khutbah Jumat atau pengajian apakah dianjurkan dengan tartil dan membaguskan suara?

سؤال : من أورد أية أو أكثر أثناء كلامه في خطبته أو درسه هل يرتلها ويجوِّدها؟

Pertanyaan, “Seorang ustadz yang mengutip sebuah ayat atau lebih ketika menyampaikan khutbah Jumat atau pengajian apakah dianjurkan dengan tartil dan membaguskan suara?”

الجواب :
الحمد لله وحده.
والصلاة والسلام على من لا نبي بعده:
أمّا بعد :

الفرق بين قراءة القرآن للتلاوة وبين إيراد آية منه للاحتجاج جلي واضح؛ فإن الْمُسْتَدِلّ لَيْسَ مَقْصُوده التِّلَاوَة عَلَى وَجْههَا . وَإِنَّمَا مَقْصُوده بَيَان مَوْضِع الدَّلَالَة ؛

Hukum Mencium Tangan dan Membungkukkan Badan

Tanya: “Ustadz benarkah bahwa mencium tangan orang dan membungkukkan badan maka hal tersebut bukanlah syariat Islam melainkan ajaran kaum feodalis? Jika demikian, mohon dijelaskan. Jazakumullah”.

Jawab:

Ada beberapa hal yang ditanyakan:

Pertama, masalah cium tangan


Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani mengatakan,