Selamat datang di Blog ini

Menebar Dakwah Salafiyyah, Ahlus Sunnah wal Jamma'ah

Rabu, 01 Mei 2013

CERITA SEBUAH KATA

Oleh: Akhyar Hadi, Mahasiswa Univ. Islam Madinah angkatan 1433 H
Juara I Kategori: Lomba Karya Tulis Bebas Pekilo UIM
Lelaki itu seperti lelaki tua biasa. Biasanya lelaki tua sepertinya ditemui di lambung Masjid Nabawi, sebagai jamaah umroh akibat terlalu lama menunggu giliran haji. Atau lelaki tua sepertinya ada di sawah, kelelahan mencangkul walau matahari baru naik setengah. Bisa juga lelaki sepertinya kita temui sedang duduk-duduk di teras sambil menghias pot bunga, membersihkan rumput, dan menanam pohon kecil di pekarangan. Atau, kalau kita menyaksikan berita banjir di TVRI, lelaki seperti ini biasanya diwawancarai karena terlambat mendapat jatah bantuan mie instan. Dia jenis lelaki yang mudah didapati. Lelaki tua yang biasa ditemui dalam kehidupan sehari-hari.
Diusianya yang sudah memasuki kepala enam, wajar jika seluruh rambut di kepalanya memutih. Tiap-tiap helai itu adalah gambaran masalah yang dilaluinya, guratan-guratan kerut di wajahnya adalah lambang goresan waktu yang jemawa. Tangan kanan dan kirinya tak lagi sekuat dulu. Bahunya yang dulu kekar, kini mulai kurus dan membungkuk. Ototnya lemah. Kadang dia beristighfar sambil menarik napas panjang ketika lelah. Tapi kawan, matanya istimewa. Di situlah pusat gravitasi pesona dirinya. Matanya itu, sang jendela hati, adalah layar yang mempertontonkan jiwanya yang tak pernah kosong. Seseorang yang biasa kucium tangannya. Ayah, kupanggil ia.
...

Senin, 29 April 2013

Bakti untuk Ibu

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Fariq Gasim Anuz
Ustaz Abdullah Bani'mah seorang dai yang mengalami lumpuh total bercerita tentang seorang pemuda pengguna narkoba. Ia pertama kali kenal dengannya saat di rumah sakit di Jeddah. Pemuda tersebut menengok temannya yang dirawat sekamar dengan Abdullah.

Ia sangat taat kepada ibunya. Pernah waktu berkumpul dengan teman-temannya di kamar rumah sakit, berderinglah telepon dari ibunya. Segera ia menjawab dengan hormat dan setelah itu ia pamit untuk pulang.

Teman-temannya menahan dia. Pemuda tersebut mengatakan; Ibu saya menelepon dan minta saya membelikan sesuatu di warung.” Dia pun meninggalkan teman-temannya itu dan bersegara melaksanakan permintaan ibunya. 

Setelah selesai memenuhi kebutuhan ibunya, dia balik lagi ke rumah sakit. Adapun waktu yang dibutuhkan untuk pulang pergi itu sekitar dua jam.

Pohon Dikeramatkan, Ditebang Oleh Umar bin Khattab (Fenomena Pohon Uje –rahimahullah-)

Beberapa media on-line memberitakan bahwa pohon bekas tabrakan ustadz Jefri rahimahullah ditaburi bunga.[1] Dan beberapa sumber menyebutkan bahwa sebagian  kecil warga mulai menganggap keramat pohon tersebut. Sumber lain menyebutkan bahwa bunga ditaburkan dipohon tersebut untuk mendoakan beliau[2]. Benarkah cara mendoakan seperti itu?

Yang menjadi potensi kesyirikan disingkirkan
Umar bin Khattab radhiallahu ‘anhu memerintahkan agar pohon di mana dilakukan baitur ridwan agar di tebang. Padahal bisa jadi orang beralasan itu adalah situs sejarah Islam yang perlu dilestarikan. Akan tetapi untuk mencegah terjadinya kesyirikan dan anggapan keramat suatu tempat maka beliau memerintahkan agar pohon tersebut ditebang.
Ibnu Waddhah berkata,
سمعت عيسى بن يونس يقول : أمر عمر بن الخطاب ـ رضي الله عنه بقطع الشجرة التي بويع تحتها النبي صلى الله عليه وسلم فقطعها لأن الناس كانوا يذهبون فيصلون تحتها ، فخاف عليهم الفتنة .
“Aku mendengar Isa bin Yunus mengatakan , “Umar bin Al-Khaththab radhiallahu ‘anhu memerintahkan agar menebang pohon yang Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam menerima baiat (Bai’atur ridhwan) kesetiaan di bawahnya (dikenal dengan pohon Syajaratur ridhwan). Ia menebangnya karena banyak manusia yang pergi ke sana dan shalat di bawahnya, lalu hal itu membuatnya khawatir akan terjadi fitnah (kesyirikan) terhadap mereka.”[3]
Jika pohon yang merupakan situs sejarah Islam saja ditebang karena kahwatir jadi potensi kesyirikan, maka bagaimana dengan pohon bekas tabrakan? Semoga tidak terjadi yang kita khawatirkan.

Mantan Pendukung Geert Wilders yang ‘Anti Islam’ Menangis di Depan Makam Nabi

Hidayatullah.com—Arnoud Van Doorn, mantan politisi Belanda yang anti-Islam, sekaligus eks anggota terkemuka partai sayap kanan yang dipimpin Geert Wilders, melakukan umroh dan mengunjungi makan Rasulullah Muhammad di Madinad.
Seperti dimuat Saudi Gazette (SG), Selasa (23/4/2013), Arnoud Van Doorn yang kini telah menjadi muallaf telah memantapkan langkahnya sebagai seorang Muslim mengunjungi makam Nabi Muhammad dalam sebuah perjalanan umrah di Kota Madinah dan Makkah.
Doorn adalah salah satu pemimpin Partai Kebebasan yang ikut memproduksi film penghujatan terhadap Rasulullah, “Fitna”. Bulan lalu dia menyatakan memeluk Islam setelah melakukan studi secara ekstensif tentang Islam dan Nabi Muhammad Shallallu’alaihi Wassalam.
Dia mengatakan, kemarahan umat Islam di seluruh dunia terhadap film tersebut telah membuatnya belajar banyak tentang Nabi Muhammad yang akhirnya menyebabkan bertobat dan mendapatkan hidayah.
Dalam sebuah laporan berjudul “Maafkan Saya Ya Rasul”, di Madinah, ia shalat dan memohon maaf karena menjadi bagian dari film yang menghujat Islam dan Rasulullah.
Media Saudi yang lain, Okaz, bahkan mengabarkan, ia menangis di depan makam Nabi Muhammad.

Menguak Kebusukan Eyang Subur dan Para Tokoh Politik

  • Eyang Subur dites MUI, ternyata dia tidak hafal Al-Fatihah. Tapi orang berduyun-duyun « minta berkah » kepadanya. Aneh dan menjerumuskan. Dukun-dukun yang lain mungkin juga begitu.
  • Sesama pemburu nafsu perut dan farj (kemaluan) symbol kenikmatan dunia, apa bedanya : Eyang Subur dengan para tokoh politik ?
  • Bedanya, Eyang Subur mungkin tidak secanggih dan sefasih dalam membaca al-Fatihah seperti para tokoh dan pemimpin partai politik, tidak seluas pengetahuannya, tidak sehebat retorikanya, tetapi hakekatnya sama, yaitu bertujuan ingin mendapatkan dan memenuhi nafsu perut dan farj. Eyang Subur sudah mempraktekkannya dengan isterinya yang berjumlah delapan. Suatu contoh buruk yang lagi jadi berita.
Inilah berita dan sorotannya.

***

Mulut Pemred Tempo menyakiti Umat Islam

  • Bupati Bekasi yang melarang gereja karena tanpa IMB dan sembarangan didirikan tanpa memperhatikan kesepatakan SKB Tiga Menteri, sudah dianggap melanggar HAM oleh Bambang Hary Murti, Pemimin Redaksi Tempo. Dianggapnya terjadi diktator mayoritas atas minoritas. Sungguh luar biasa, perhatian mereka (media sekuler ataupun anti Islam) terhadap golongan minoritas yang sudah menginjak-nginjak harkat Muslim yang mayoritas di Indonesia.
  • Bagaimana seandainya golongan kristen menjadi mayoritas di negeri ini? Adakah Muslim Indonesia akan mendapatkan perlindungan dan keadilan serta terjamin hak hidup mereka?
Inilah sorotannya.
***

Daoed Joesoef: Ada Bisnis Seks di Balik Kontes Ratu Kecantikan

  • Saat dia menjabat Mendiknas dia mendapat info, para peserta kontes kecantikan akan dipaksa melacur kepada sponsor acara tersebut.
 Mantan Menteri Pendidikan Daoed Joesoef mengatakan, ada bisnis seks di balik penyelenggaraan kontes kecantikan seperti Miss Wolrd, Miss Universe dan sebagainya.
“Ada bisnis seks,” ungkapnya kepadahidayatullah.com via telepon, Selasa (09/04/2013).
Dia mengaku konsisten menolak segala ajang ratu kecantikan sejak dia menjabat Mendiknas di era Presiden Soeharto. Saat dia menjabat Mendiknas dia mendapat info, para peserta kontes kecantikan akan dipaksa melacur kepada sponsor acara tersebut.
“Itu kan acara besar, perlu dana untuk iklan dan show-show lainnya,” katanya.
Entah dapat data dari mana, menurut Joesoef, pengusaha yang menyumbang dana untuk acara tersebut akan mendapat sajian makan malam dan tidur dengan salah satu peserta.
“Itu sama saja pelacuran,” pungkas Joesoef.
Sebagaimana diketahui, untuk pertama kalinya Indonesia didaulat menjadi tuan rumah acara Miss World 2013 di Jakarta dan Bali. Bahkan puncak acara perhelatan Miss World 2013 nanti dikabarkan akan digelar di Sentul International Convention Center (SICC) Bogor, Jabar, pada 28 September 2013.*
Rep: Surya Fachrizal Ginting
Red: Cholis Akbar Selasa, 09 April 2013 Hidayatullah.com–