Selamat datang di Blog ini

Menebar Dakwah Salafiyyah, Ahlus Sunnah wal Jamma'ah

Selasa, 19 Juli 2011

BAB 51 MENETAPKAN AL ASMA’ AL HUSNA HANYA UNTUK ALLAH DAN TIDAK MENYELEWENGKANNYA

K I T A B T A U H I D

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab At Tamimi
Pemurnian Ibadah Kepada Allah


BAB 51

MENETAPKAN AL ASMA’ AL HUSNA HANYA UNTUK ALLAH DAN

TIDAK MENYELEWENGKANNYA





Firman Allah Subhanahu wata’ala :

ولله الأسماء الحسنى فادعوه بها وذروا الذين يلحدون في أسمائه سيجزون ما كانوا يعملون

“Hanya milik Allah lah Al Asma’ Al Husna (Nama-nama yang baik), maka berdoalah kepadaNya dengan menyebut Asma Nya itu, dan tinggalkanlah orang-orang yang menyelewengkan Asma Nya. Mereka nanti pasti akan mendapat balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al A’raf, 180).

Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang maksud firman Allah [يلحدون في أسمائه] yang artinya : “menyelewengkan Asma Nya” ia mengatakan, bahwa maksudnya adalah : “berbuat syirik (dalam Asma Nya), yaitu orang-orang yang menjadikan Asma-asma Allah untuk berhala mereka, seperti nama Al Lata yang berasal dari kata Al Ilah, dan Al Uzza dari kata Al Aziz”.


Dan diriwayatkan dari Al A’masy ([1]) dalam menafsirkan ayat tersebut ia mengatakan: “Mereka memasukkan ke dalam Asma Nya nama-nama yang bukan dari Asma Nya”.





Kandungan bab ini :

Wajib menetapkan Asma Allah [sesuai dengan keagungan dan kemuliaanNya].

Semua Asma Allah adalah husna (Maha Indah).

Diperintahkan untuk berdoa dengan menyebut Asma husna Nya.

Diperintahkan meninggalkan orang-orang yang menentang Asma-asma Nya dan menyelewengkannya.

Penjelasan tentang bentuk penyelewengan Asma Allah.

Ancaman terhadap orang-orang yang menyelewengkan Asma Al Husna Allah dari kebenaran.




--------------------------------------------------------------------------------

([1]) Abu Muhammad : Sulaiman bin Mahran Al Asdi, digelari Al A’masy. Salah seorang tabi’in ahli tafsir, hadits dan faraidh, dan banyak meriwayatkan hadits . dilahirkan th. 61 H (681 M), dan meninggal

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar