Selamat datang di Blog ini

Menebar Dakwah Salafiyyah, Ahlus Sunnah wal Jamma'ah

Rabu, 10 Oktober 2012

Kesesatan Tareqat Naqsyabandi Haqqani

Doktrin adalah ciri khas setiap aliran sesat. Sesuatu yang tidak masuk akal yang sengaja diciptakan dan diajarkan kepada para pengikutnya menanamkan ketaatan dan menimbulkan rasa takut apabila berani melanggarnya. Begitu pula dalam tarekat Naqsybandi Hisham Kabbani.

Berikut beberapa diantaranya :

Dalam tulisan Hisham Kabbani yang berjudul “Pikiran Buruk,” tertulis :

Suatu hari Mawlana Syeikh Nazhim berkata, “saat yang membahagiakan bagi seorang syeikh bukanlah ketika melihat muridnya ibadah, zikir, menghadiri Suhbah, ataupun puasa. Namun ketika beliau melihat ke dalam hati muridnya, dan tidak ditemukannya prasangka buruk akan syeikhnya.” (Ahl Haqq Koleksi 1, edisi Juni 2005, hal 17).

Dalam tulisan yang lain dengan judul “Khalwat : Perintah Untuk Diikuti Dan Dukungan Dari Allah,” tertulis :

“Dalam thorikat, dengarkanlah apa yang dikatakan syaikh, walaupun beliau menyuruh menggali bumi lapisan ke 7 dengan sekop patah, kalian harus menggali. Jangan katakan, “tidak.” Jangan gunakan akal kalian dan berkata “itu mustahil.”…………


“Jika Syaikh mengatakan, “Anakku, pergilah ke laut itu, kosongkan air laut dengan sebuah gelas atau sebuah ember. Amanat kalian ada di dasar lautan.” Maka kalian harus mengosongkan lautan itu, duduk di sana dan bawa satu ember, lalu kalian katakan “Syeikh menyuruh saya mengosongkannya, maka aku akan mengosongkannya.” Bahkan jika kalian mengosongkan dari sini dan airnya kembali lagi dari belakang, itu tidak masalah. Kalian telah melaksanakan perintah – Itha’atul Mursyid (ketaatan pada mursyid). Jika kalian taat pada Syaikh, maka kalian pun taat pada Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam dan taat pada Allah Ta'ala. (Ahl Haqq Koleksi 1, edisi Maret 2005, hal 68-69)

Kemudian dalam buku yang berjudul “Mata Rantai Emas Thariqat” tertulis :

Allah Ta'ala memberi kekuatan kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam untuk mengucapkan “Jadilah” kepada sesuatu, maka jadilah dia. Dan beliau menyimpan kekuatan itu untuk hari akhir, untuk membawa semua orang ke surga. Rasulullah tidak akan meninggalkan satu orang pun. Beliau akan merangkul seluruh manusia dengan tangannya dan membawanya ke surga. (hal. 29)

Tidak ada perbedaan Muslim, Kristen, Yahudi, Budha, maupun Hindu. Mereka semua adalah hamba di hadapan Allah Ta'ala. Dan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam melihat mereka sebagai seorang manusia dan membawanya bersamanya. (hal. 35)

Cendikiawan Muslim, Kristen, Yahudi, cemburu terhadap surga. Mereka tidak ingin seluruh umat manusia memasukinya. Hanya orang-orang dari golongan mereka saja yang berhak memasukinya. Rasulullah Shallalllahu Alaihi Wa Sallam berkata, tidak ada diskriminasi, seluruh umat manusia adalah hamba-Nya dan dengan demikian sama derajatnya – Muslim, Hindu, Yahudi,Kristen dan semua orang. Kita sebagai pengikutnya setuju dangan sabdanya bahwa seluruh umat manusia adalah sama. (hal. 61)

Kemudian Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam memanggil semua makhluk hidup. Setiap orang dengan namanya masing – masing, baik yang masih hidup atau yang sudah meninggal atau bahkan yang belum lahir sampai hari pembalasan. Beliau memanggil setiap ruh secara perorangan. Mereka datang dan menerima beliau sebagai Rasul dan mengucapkan Syahadat di hadapannya. Lalu bertaubat atas dosa – dosanya dan menyesali kesalahan mereka. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam tidak membiarkan seorangpun pergi tanpa pengampunan dai Allah Ta'ala. Dengan pengampunan dari Allah Ta'ala tersebut, beliau berkeringat, dan setiap tetes keringatnya melambangkan satu ruh manusia. (hal. 66)

Lalu dalam Ahl Haqq koleksi 2 Edisi Juli – Oktober 2005 disebutkan :

“Ketika Sayyidina Umar ra. Khalifah kedua wafat, dua malaikat maut mendatangi beliau. Siapa Tuhanmu ? Sayyidina Umar ra. mempunyai watak yang keras, dan beliau diam saja ketika pertanyaan itu diajukan. “Apa agamamu?” Beliau tetap diam. :”Apa kitabmu?” Tetap tidak ada jawaban. Akhirnya mereka harus membawa beliau menuju neraka. Sayyidina Umar ra. berkata, “Aku tidak mendengar apa yang kau ucapkan, mendekatlah ke sini.” Mereka mendekat dan mengulang pertanyaan tadi. “Aku masih belum mendengar … lebih dekat lagi” Maka Malaikat Munkar as. mendekat dan bertanya lagi, “Siapa Tuhanmu?” Sayyidina Umar ra. segera mengepalkan tangan dan memukul tepat di mata Malaikat Munkar as. Para Awliya mengatakan bahwa Malaikat Munkar as. hanya memiliki satu mata saja, itu akibat dipukul oleh Sayyidina Umar ra.” (Edisi Juli 2005, hal.8)

“Saya dan saudara saya biasa meminum urin (air kencing, red,) Mawlana Syaikh Nazhim. Bahkan, kami mengusap – usap botol penampungan urin Gransyekh dan Mawlana Syaikh dan meminum sampai tidak tersisa urin di botol itu,…” (Edisi Oktober 2005, hal. 5)

“… Belakangan diketahui sebab dari amarah Mawlana Syaikh Nazhim. Beliau marah karena saat Mawlana Syaikh Hisham menelepon beliau, beliau tengah ber – muqarabah dan berada di hadirat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam untuk mengintervensi (dengan syafaat) kasus flu burung. Sebab bila tidak diintervensi flu burung ini dapat menghabiskan setengah dari kemanusiaan (Separuh manusia sekarang akan mati karena flu burung). Namun, dengan intervensi Mawlana Syaikh Nazhim dan syafaat Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam flu burung itu teratasi. Sekarang hanya menular di antara burung , dan tidak di antara manusia, Walhamdulillah. (Edisi Oktober 2005, hal. 11)

Penghinaan terhadap Allah Ta'ala, Malaikat as., Rasulullah Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam, para ulama, dan menjadikan semua agama yang ada di muka bumi ini sama dan sederajat, adalah bentuk penodaan terhadap agama dan ajaran Islam yang suci. Begitu pula pencitraan dengan mukjizat dan karomah yang dimiliki para pemimpinnya akan membuat dan menimbhulkan fanatisme dari para pengikut setianya. Keyakinan semacam ini sudah menyimpang dari ajaran Islam dan sudah termasuk musyrik kepada Allah Ta'ala.

Jadi, apakah kita masih meyakini bahwa ajaran Tarekat Naqsybandi Haqqani adalah ajaran lurus yang layak untuk diikuti sebagai jalan menuju ridha Allah Ta'ala.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar