Selamat datang di Blog ini

Menebar Dakwah Salafiyyah, Ahlus Sunnah wal Jamma'ah

Kamis, 21 April 2011

Waspadai Gerakan NII Gadungan dan Sempalan di Jabar

Kamis, 21/04/2011 07:49 WIB
Bandung - Aksi cuci otak marak lagi di sejumlah wilayah Indonesia. Para pelaku disebut-sebut berasal dari kelompok Negara Islam Indonesia Komandemen Wilayah 9 (NII KW 9).

Salah satu eks aktivis NII KW 9, Adnan Fahrullah (40), menyatakan di wilayah Jawa Barat kiprah kelompok tersebut diyakini masih bernafas dan berkeliaran bebas memburu korbannya.

Menurut Adnan, gerakan kelompok NII KW 9 yang kini bertebaran terdapat dua versi. Keduanya menyimpang. "Ada NII gadungan dan NII sempalan," ujar Adnan yang sejak 1989 hingga 2004 berkecimpung di NII KW 9. Adnan menyebut jika NII KW 9 dipimpin Panji Gumilang.


Adnan mengungkapkan hal tersebut saat dijumpai wartawan di salah satu kawasan selatan Kota Bandung, Kamis (21/4/2011). Pria berkumis ini terakhir menjabat sebagai Kepala Bagian Pembinaan NII KW 9 Provinsi Jawa Barat.


Ia menjelaskan, hingga kini laju roda NII KW 9 masih dikendalikan Panji Gumilang. Pada perkembangannya, sambung dia, gerakan kelompok NII KW 9 terus melebarkan sayap.

"NII KW 9 pimpinan Panji Gumilang masih merekrut orang dengan cara cuci otak atau dibaiat untuk hijrah menjadi warganya. Inilah NII gadungan. Sama juga dengan NII sempalan, cara yang dilakukannya serupa, tapi lebih bermotif kriminal," ungkap Adnan.

Dia menuturkan, NII gadungan kebanyakannya dari pengikut ajaran Panji Gumilang. Menurut Adnan, kelompok binaan Panji Gumilang tetap eksis hingga detik ini. Sementara NII sempalan ialah bekas anak buah Panji Gumilang yang membentuk berbagai kelompok tersendiri yang pola kerjanya dilatari faktor ekonomi pribadi.

"NII gadungan mengajak orang hijrah dengan mematikan kehidupan umatnya seperti disuruh berhenti bekerja serta kuliah. Lalu setelah cuci otak itu menjadikan anggota baru menjadi ketergantungan kepada mereka. Ajaran Panji Gumilang ini tentu saja saya tolak dan akhirnya saya memutuskan untuk keluar dari NII," kata Adnan.

Secara rinci Adnan menjelaskan penyimpangan lainnya, para korban yang sudah dinyatakan hijrah maka boleh bertindak bohong dan tak dilarang mengambil harta dari orang dari luar komunitas.

"Serta orang yang tidak gabung dalam kelompoknya berarti darahnya halal. Doktrin atau cuci otak itulah yang dilakukan para perekrut," ucap Adnan yang juga bekas pelaku cuci otak terhadap ribuan anggota NII KW 9 di Jabar.

"Kalau NII sempalan muncul karena beberapa alasan. Pertama, mereka mantan pengikut Panji Gumilang yang sudah keluar dan setelah itu bingung mencari uang. Karena terdesak faktor ekonomi dan sakit hati terhadap Panji, lalu mereka bertindak kriminal dengan cara menguras harta benda korbannya dengan pola cuci otak terlebih dahulu," tutur Adnan lagi.

Dia menambahkan, gerakan NII gadungan dan sempalan jelas-jelas sudah keluar dari koridor Islam sesungguhnya. Ia mengimbau warga Jabar untuk waspada terhadap kehadiran mereka.

"Informasi didapat langsung dari pelaku yang saya kenal, saat ini gerakan NII gadungan menargetkan merekrut sehari satu orang. Itupun terdiri dari berbagai kelompok perekrut. Kalau NII sempalan seminggu paling dua atau tiga orang untuk diperas uangnya," beber Adnan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar