Selamat datang di Blog ini

Menebar Dakwah Salafiyyah, Ahlus Sunnah wal Jamma'ah

Kamis, 22 November 2012

KELAKUAN SESAT SYI'AH di HARI 'ASYURA

Di antara kelakuan sesat Rafidhah (baca: Syi’ah) adalah :
•►memukul dada, 
•►menampar pipi, 
•►memukul bahu, 
•►mengiris-ngiris kepala mereka dengan pedang sampai menumpahkan darah.

▬►Semua ini dilakukan pada hari ‘Asyura, 10 Muharram. Hal ini dilatarbelakangi karena kecintaan mereka pada Husain bin ‘Ali bin ‘Abi Tholib. Mereka sedih atas kematian Husain, cucu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mati terbunuh.


Kenapa Kelakuan Mereka Dikatakan Sesat?

Karena setiap perkara muhdats yang tidak pernah dicontohkan dalam Islam, tentu saja sesat. Hal-hal semacam di atas jelas suatu kemungkaran dan telah dilarang oleh Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. 


Karena 
•►dalam Islam tidak boleh melakukan semacam itu baik karena kematian seorang yang dianggap mulia atau kematian seorang yang syahid di jalan Allah. 

Kita tahu bahwa di masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam banyak di antara para sahabat yang mendapati syahid seperti :
•►Hamzah bin Abdul Muthollib (paman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam), 
•►Zaid bin Haritsah, 
•►Ja’far bin Abi Tholib, 
•►‘Abdullah bin Rowahah. 

Namun 
tidak pernah di masa beliau melakukan seperti yang dilakukan oleh Rafidhah.
▬►Law kaana khoiron, la-sabaqunaa ilaih, seandainya perkara tersebut baik, tentu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang lebih dahulu melakukannya.

Coba lihat pula bagaimana ketika Nabi Ya’qub ‘alaihis salam tertimpa musibah dengan hilangnya Yusuf ‘alaihis salam, 

•►apakah beliau sampai memukul-mukul dada? 
•►Apakah Nabi Ya’qub sampai menampar wajahnya sendiri? 
•►Apakah sampai ingin menumpahkan darahnya sendiri dengan mengores-ngores badan? 
•►Apakah sampai dijadikan ‘ied (perayaan) atau hari berduka seperti yang dilakukan Rafidhah? 
▬►Amalan yang dilakukan Rafidhah tidak lain hanyalah warisan dari Jahiliyah, masa suram sebelum Islam. 
▬▬►Islam dengan sangat jelas telah melarangnya.


Hadits yang Membicarakan Tentang Berduka yang Terlarang

Dari ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَطَمَ الْخُدُودَ وَشَقَّ الْجُيُوبَ وَدَعَا بِدَعْوَى الْجَاهِلِيَّة

“Tidak termasuk golongan kami siapa saja yang menampar pipi (wajah), merobek saku, dan melakukan amalan Jahiliyah.” (HR. Bukhari no. 1294 dan Muslim no. 103).

Namun 
lihatlah bagaimana yang dilakukan oleh Rafidhah di hari ‘Asyura. 

•►Yang mereka lakukan jelas bukan ajaran Islam. 
•►Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam begitu pula para sahabat radhiyallahu ‘anhum tidak pernah melakukannya. 
▬►Mereka tidak pernah melakukannya ketika ada yang meninggal dunia. Padahal wafatnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih daripada kematian Husain radhiyallahu ‘anhu.

http://www.facebook.com/photo.php?fbid=4080175285222&set=a.1653325175486.2085068.1307751853&type=1&theater

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar