Selamat datang di Blog ini

Menebar Dakwah Salafiyyah, Ahlus Sunnah wal Jamma'ah

Senin, 08 Juli 2013

Menjijikkan! Ternyata inilah manusia yang menghalalkan zina


Menjijikkan! Ternyata inilah manusia yang menghalalkan zina


Orang ini terang-terangan setuju banget kumpul kebo alias hidup bersama antara lelaki dan perempuan tanpa nikah yang sah, artinya bebas saja untuk berzina hingga diibaratkan kebo/ kerbau, binatang yang memang tidak punya malu.

Astaghfirullah…, Arswendo Cengengesan, Setuju Banget kumpul Kebo
Thamrin Amal Tamagola melecehkan Islam dalam hal malaikat?
  • Sangat memalukan! Arswendo dan Thamrin Amal Tamagola dengan gamblang menyetujui kumpul kebo alias hidup bersama laki perempuan tanpa nikah, yakni zina.
  • Thamrin Tamagola bahkan meledek hadits yang mengatakan, istri yang menolak hubungan intim dengan suami yang sah, maka akan dikutuk malaikat sampai pagi. “Malaikat kok bisa ngutuk, itu malaikatnya laki-laki atau perempuan?” ledeknya.
  • Ketika Musthofa mengatakan, Arswendo dan Thamrin Amal Tamagola adalah orang yang menyetujui kumpul kebo, lalu Arswendo malah membalas: “Saya bukan setuju kumpul kebo, tapi setuju banget, “ kata Arswendo cengengesan.
Akan adanya manusia yang berani menghalalkan zina ternyata telah disabdakan oleh Nabi Shallallahu
‘alaihi wasallam.

Imam Al-Bukhari telah meriwayatkan secara mu’allaq (tergantung, tidak disebutkan sanadnya) bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لَيَكُونَنَّ مِنْ أُمَّتِي أَقْوَامٌ يَسْتَحِلُّونَ الْحِرَ وَالْحَرِيرَ وَالْخَمْرَ وَالْمَعَازِفَ. (رواه البخاري).
Layakunanna min ummatii aqwaamun yastahilluunal hiro wal hariiro wal khomro wal ma’aazifa.
Sesungguhnya akan ada dari golongan ummatku beberapa kaum yang menghalalkan zina, sutera, khamar, dan ma’azif (musik).” (Hadits Riwayat Al-Bukhari). Hadits ini telah disambungkan sanadnya oleh At-Thabrani dan Al-Baihaqi (jadi sifat mu’allaqnya sudah terkuak menjadi maushul atau muttasholus sanad, yaitu yang sanadnya tersambung atau yang tidak putus sanadnya alias pertalian riwayatnya tidak terputus). Lihat kitab as-Silsilah as-shahihah oleh Al-Albani hadis nomor 91.

Inilah beritanya.
***
ASTAGHFIRULLAH, ARSWENDO CENGENGESAN, SETUJU BANGET KUMPUL KEBO
JAKARTA– Budayawan dan wartawan senior Arswendo Atmowiloto, dan pernah bercokol di Kompas itu, ketika dalam sebuah acara debat di TV One, terlihat cengengesan, senyumnya ngeledek seraya menyebut kumpul kebo tak perlu diatur-atur dalam Undang-undang.
Arswendo mengatakan, kalaupun ada sanksi di masyarakat jika terjadi kumpul kebo, itu sudah lebih dari cukup, ketimbang pidana. “Kok diatur-atur, kurang kerjaan saja.  Nanti onani pun diatur,” ujarnya ngeledek.
Sementara itu dikatakan Indonesian Crime Analyst Forum (ICAF) Musthofa B. Nahrawardaya merasa gregetan dengan pendapat Arswendo yang ngawur. Musthofa menyebut sebuah petuah di Bali tahun 1800-an: “Seseorang yang belum sah bersuami dan beristri tak boleh melakukan kumpul kebo. Adapun sanksinya, masih petuah Bali, kalau suami melaut istri tidak boleh selingkuh, nanti kena bencana. Ini bukan dari Islam lho, tapi dari Bali yang Hindu.”
Arswendo nyeletuk, kalau tidak melaut, boleh dong berzina. Astaghfirullah.. “Ngapain sih,  negara urusin masalah privasi orang.”
Justru kata Musthofa, UU itu berangkat dari value di masyarakat. Saat ini orang yang berzina malah menjadi pahlawan. Di Klaten misalnya, seseorang yang berzina lalu menghasilkan anak zina, maka anak itu dinamakan dengan orang yang melakukan zina itu. Sungguh sadis hukum adat itu.
“Sangat disayangkan, kumpul kebo dianggap biasa, bahkan rasanya sama saja dengan yang sudah menikah. Ini  aturan moral, semua agama melarang zina.Jika 1000 pastur dan pendeta dikumpulkan, begitu juga jika 500 ustad dan 500 biksu, dikumpulkan, mereka pasti sepakat untuk melarang kumpul kebo. Bahkan bila perlu, sanksinya diperberat. Dan ditambahi satu pasal, bagi siapa yang menyediakan tempat atau fasilitas, akan dikenai denda 1 milyar, biar kapok,” ungkap Musthofa.
Ketika Musthofa mengatakan, Arswendo dan Thamrin Amal Tamagola adalah orang yang menyetujui kumpul kebo, lalu Arswendo malah membalas: “Saya bukan setuju kumpul kebo, tapi setuju banget, “ kata Arswendo cengengesan.
Sangat memalukan Arswendo dan Thamrin dengan gamblang menyetujui kumpul kebo. Meski keduanya sempat ngeles. Masyarakat awam pun memahami, bagaimana bisa tidak setuju kumpul kebo, tapi menolak pemberian sanksi pidana. Aneh.
Thamrin Tamagola bahkan meledek hadits yang mengatakan, istri yang menolak hubungan intim dengan suami yang sah, maka akan dikutuk malaikat sampai pagi. “Malaikat kok bisa ngutuk, itu malaikatnya laki-laki atau perempuan?” ledeknya.
Sangat aneh, jika masih saja ada yang bertanya apa itu ukuran kumpul kebo? Sangat jelas, laki-laki dan perempuan yang tidur satu ranjang dalam satu atap seperti suami-istri, tanpa ikatan nikah, maka itu sudah dikatakan kumpul kebo. Pura-pura bodoh atau moralnya sudah jongkok? Bukankah Islam mengajarkan, jangan dekati zina, apalagi berzina.[desastian] (voa-islam) Kamis, 28 Mar 2013
(nahimunkar.com)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar