Selamat datang di Blog ini

Menebar Dakwah Salafiyyah, Ahlus Sunnah wal Jamma'ah
Tampilkan postingan dengan label Akhlaq dan Nasehat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Akhlaq dan Nasehat. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Desember 2013

Perhatian Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam Terhadap Shalat Dua Rakaat Sebelum Subuh

Shalat-shalat sunnat rawâtib (shalat yang menyertai shalat fardhu) tidak sama keutamannya. Shalat sunnat Subuh lah yang menempati urutan teratas. Sebab, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah meninggalkannya meski beliau berada dalam perjalanan. Ibnul Qayyim rahimahullah menyatakan bahwa perhatian dan konsistensi beliau paling besar pada shalat sunnat Subuh. Oleh sebab itu, beliau tidak pernah melupakannya, baik saat berada di rumah ataupun bepergian.[1] 

Ummul Mukminîn, 'Aisyah Radhiyallahu anhuma menceritakan: 

لَمْ يَكُنِ النَّبِيُّ عَلَى شَيْئٍ مِنَ النَّوَافِلِ أَشَدَّ تَعَاهُداً مِنْهُ عَلَى رَكْعَتَيْ الْفَجْرِ 

Nabi tidak pernah menjaga shalat sunnat melebihi perhatian beliau terhadap dua rakaat sebelum Subuh [Muttaqa 'alaih]

Hadits ini menunjukkan semangat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk memelihara dua rakaat ini daripada shalat sunnat yang lain. 

Senin, 15 Juli 2013

Tersenyumlah…!!!

Oleh: Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat
Dari ‘Ubaidullah bin Mughirah, dia berkata: Saya pernah mendengar Abdullah bin Harits bin Jaz’ berkata: ” Saya tidak pernah melihat seorangpun juga yang lebih banyak tersenyum dari Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam “.
Hadits Shahih. Telah dikeluarkan oleh Ahmad (4/190 & 191) dan Abdullah bin Mubarak di kitab ” Zuhud ” (no.145) dan yang selainnya keduanya dari jalan Abdullah bin Lahi’ah dari ‘Ubaidullah bin Mughirah, dari Abdullah bin Harits bin Jaz’ seperti di atas.
Abdullah bin Lahi’ah adalah seorang rawi yang buruk hapalannya, akan tetapi riwayat Abdullah bin Mubarak dari Abdullah bin Lahi’ah – seperti hadits ini yang langsung dikeluarkan oleh Abdullah bin Mubarak di kitab Zuhud dari jalan Abdullah bin Lahi’ah – adalah Shahih sebagaimana telah saya jelaskan di kitab Al-Masaa-il jilid 7 masalah ke 226 (no.951).

Senin, 29 April 2013

Bakti untuk Ibu

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Fariq Gasim Anuz
Ustaz Abdullah Bani'mah seorang dai yang mengalami lumpuh total bercerita tentang seorang pemuda pengguna narkoba. Ia pertama kali kenal dengannya saat di rumah sakit di Jeddah. Pemuda tersebut menengok temannya yang dirawat sekamar dengan Abdullah.

Ia sangat taat kepada ibunya. Pernah waktu berkumpul dengan teman-temannya di kamar rumah sakit, berderinglah telepon dari ibunya. Segera ia menjawab dengan hormat dan setelah itu ia pamit untuk pulang.

Teman-temannya menahan dia. Pemuda tersebut mengatakan; Ibu saya menelepon dan minta saya membelikan sesuatu di warung.” Dia pun meninggalkan teman-temannya itu dan bersegara melaksanakan permintaan ibunya. 

Setelah selesai memenuhi kebutuhan ibunya, dia balik lagi ke rumah sakit. Adapun waktu yang dibutuhkan untuk pulang pergi itu sekitar dua jam.

Rabu, 03 April 2013

DOSA PELAKU ZINA DAN APAKAH DIAMPUNI ALLAH JIKA SUDAH BERTAUBAT?

Pertanyaan :

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ
Mohon bertanya sy baru dengerin radio ..., seorang ustadz menyebutkan sebuah dalil tentang "tidak diterimanya amalan selama 40 tahun bagi org yg berzina".
Yg sy tanyakan benarkah adanya spt itu?
Dan apabila benar, jika pelaku zina tsb sudah bertaubat seblm 40 th, amal ibadahnya masih juga tdk diterima? Mohon penjelasannya. Terima kasih

Jawaban :
Oleh Ustadz Abdussalam Busyro, LC :
(Disusun Di BBG Al Ilmu)

Rabu, 27 Maret 2013

Lima Tingkatan Manusia Dalam Shalat

Ibnul Qayyim Al-Jauziyah mengatakan bahwa lima tingkatan manusia di dalam shalat:
1. Tingkatan orang yang zhalim kepada dirinya dan teledor. yaitu, orang yang kurang sempurna dalam wudhunya, waktu shalatnya, batas-batasnya dan rukun-rukunnya.
2. Orang yang bisa menjaga waktu-waktunya, batas-batasnya, rukun-rukunnya yang sifatnya lahiriyah, dan juga wudhunya, tetapi tidak berupaya keras untuk menghilangkan bisikan jahat dari dalam dirinya. Maka dia pun terbang bersama bisikan jahat dan pikirannya.
3. Orang yang bisa menjaga batas-batasnya dan rukun-rukunnya. Ia berupaya keras untuk mengusir bisikan jahat dan pikiran lain dari dalam dirinya, sehingga dia terus-menerus sibuk berjuang melawan musuhnya agar jangan sampai berhasil mencuri shalatnya. Maka, dia sedang berada di dalam shalat, sekaligus jihad.

Selasa, 12 Februari 2013

Memanggil tanpa Embel2 Pangkat

Suatu hari Harun Ar Rasyid sedang Thawaf mengelilingi Ka'bah. Tiba2 ia mendengar seorang lelaki menyerunya dengan berkata: WAHAI HARUN ! Sejatinya engkau telah menyebabkan masyarakat dan hewan ternak menderit?

Lelaki itu memanggil Harun Ar Rasyid tanpa embel2 pangkat atau julukan apapun.

Tak ayal lagi perilaku lelaki ini menjadikan Harun Ar Rasyid berang dan langsung memerintahkan pengawalnya untuk menangkap lelaki yang lancar tersebut.

Setelah beberapa waktu lelaki itu dihadapkan kepada Harun Ar Rasyid. Sedangkan Harun Ar Rasyid telah menyiapkan sebilah kampak besar yang tajam.

Harun segera bertanya kepadanya: apa yang menyebabkanmu lancang memanggilku dengan langsung menyebut namaku tanpa julukan apapun?

Senin, 11 Februari 2013

Barangsiapa yang Tidak Punya Guru, Maka Gurunya adalah Setan !!!


Asy-Syaikh Ibnu Baaz rahimahullah
( ketua majelis fatwa kerajaan saudi)
pernah mengomentari perkataan tersebut sebagai berikut :

“Adapun perkataan mereka : ‘barangsiapa yang tidak punya guru (syaikh), maka gurunya adalah setan’; maka perkataan ini adalah bathil. Tidak ada asalnya. Bukan pula hadits. Tidak boleh bagimu untuk mengikuti jalan seorang syaikh apabila ia menyelisihi syari’at. Bahkan wajib bagimu untuk mengikuti Rasul shallallaahu ‘alaihi wa sallam, para shahabatnya radliyallaahu ‘anhum, dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik dalam shalatmu, doamu, dan seluruh keadaanmu.

Allah ‘azza wa jalla berfirman : ‘Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu’ (QS. Al-Ahzaab : 21). Allah subhaanahu wa ta’ala juga berfirman : ‘Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang muhajirin dan Ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik’ (QS. At-Taubah : 100).

Maka wajib bagimu untuk mengikuti mereka dengan baik, dengan mengikuti syari’at yang dibawa oleh Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam; serta mencontoh mereka dalam hal tersebut. Juga wajib bagimu untuk tidak berbuat bid’ah yang diada-adakan oleh Shuufiyyah dan non-Shuufiyyah. Wallaahul-musta’aan” [selesai].

Selasa, 29 Januari 2013

Bangga Punya Baju Kaos Bergambar Setan ?

Walaupun mungkin kita belum pernah melihat bagaimana sih sebenarnya sosok setan, tetapi atas penamaan mereka RED DEVIL atau setan merah, sudah cukup alasan bagi kita untuk tidak menyukai apa itu setan. (katanya syaitan : hanya sifat). Dan walaupun hanya 'sifat' tapi yang jelas konotasinya negatif. Iya kan ?


Syaitan itu bagian dari Thogut. Di dalam tafsir "Ibnu Katsir", Umar bin Khattab berkata : والطاغوت الشيطان ,  : "Dan Thogut itu adalah syaitan".

     Sebelum menjelaskan mengenai "Syaitan", ada baiknya terlebih dahulu dijelaskan perbedaan singkat antara jin dan manusia :

    1. Jin itu, jenis bertubuh halus yang Allah menciptakannya dari api.
    2. Iblis itu, adalah nama salah satu dari jenis jin itu.
    3. Syaitan itu, adalah sifat.
    4. Manusia itu, adalah jenis yang Allah menciptakannya dari tanah.
    5. Adam itu, adalah salah satu dari jenis manusia itu.
    6. Syaitan itu, adalah sifat yang penjelasannya sebagai berikut ;

     Mengenai syaitan. Di dalam tafsir "Al Qurtubi", 1/90 dijelaskan :

إن كل عات متمرد من الجن و الإنس والدواب شيطان
"Sesungguhnya tiap-tiap pendurhaka yang nakal lagi jahat dari golongan jin, manusia dan hewan, itu adalah syaitan".

Pelawak atau Penda'wah ?

Pelawak atau Penda'wah ?

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Akan muncul di akhir zaman orang-orang yang mencari dunia dengan agama. Di hadapan manusia mereka memakai baju dari bulu domba untuk memberi kesan kerendahan hati mereka, lisan mereka lebih manis dari gula namun hati mereka adalah hati serigala (sangat menyukai harta dan kedudukan). Allah berfirman, “Apakah dengan-Ku (kasih dan kesempatan yang Kuberikan) kalian tertipu ataukah kalian berani kepada-Ku. Demi Diriku, Aku bersumpah. Aku akan mengirim bencana dari antara mereka sendiri yang menjadikan orang-orang santun menjadi kebingungan (apalagi selain mereka) sehingga mereka tidak mampu melepaskan diri darinya.” (HR. Tirmidzi)

Rabu, 23 Januari 2013

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMUDAHKAN SHALAT TAHAJJUD

Oleh
Muhammad bin Suud Al-Uraifi


Sesungguhnya melakukan shalat Tahajjud dan mengekang dorongan hawa nafsu dan syaitan, adalah sesuatu yang teramat berat dan sulit kecuali bagi orang yang dimudahkan dan ditolong oleh Allah.

Ada beberapa faktor yang bisa membantu dan memotivasi seseorang untuk melakukan shalat Tahajjud serta memudahkannya dengan izin Allah. Faktor ini terbagi dua bagian; sarana lahir dan sarana batin.

Faktor Lahir:
1. Menjauhi Perbuatan Dosa Dan Maksiat
Yaitu, tidak melakukan perbuatan dosa di siang hari dan di malam hari, karena hal itu bisa membuat hati keras dan menghalangi seseorang dari curahan rahmat.

Minggu, 20 Januari 2013

Empat Orang yang Dilaknat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam

Oleh Syaikh Ali bin Hasan al Halabi al Atsari – hafizhahullah-
Naskah ini diangkat berdasarkan khutbah Jum’at Syaikh Ali bin Hasan al Halabi al Atsari – hafizhahullah- di Masjid al Akbar Surabaya, 18 Muharram 1427H bertepatan 17 Februari 2006. Narasi khutbah tersebut diterjemahkan oleh Abdurrahman Thayyib, kemudian kami tulis kembali dalam bentuk naskah, dengan penyesuaian seperlunya, tanpa mengurangi substansi materi. Judul di atas adalah dari Redaksi. Semoga bermanfaat. (Redaksi).
_________________________________________________________

Dari ‘Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
لَعَنَ اللهُ مَن ذَبَحَ لِغَيرِ اللهِ, و لَعَنَ اللهُ مَن سَبَّ وَالِدَيهِ, و لَعَنَ اللهُ مَن غَيَّرَ مَنَارَ الأَرضِ,
لَعََنَ اللهُ مَن آوَى مُحدِثَا
Allah melaknat orang yang menyembelih untuk selain Allah. Allah melaknat orang yang mencaci-maki kedua orang- tuanya. Allah melaknat orang yang merubah tanda batas tanah (orang lain), dan Allah melaknat orang yang melindungi orang yang mengada-adakan perkara baru dalam agama (bid’ah).

01 SYIRIK (Dosa-dosa Yang Dianggap Biasa)

Syirik atau menyekutukan Allah adalah sesuatu yang amat diharamkan dan secara mutlak merupakan dosa yang paling besar. Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Bakrah, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Maukah aku kabarkan kepada kalian tentang dosa besar yang paling besar (3 x)?” Mereka berkata, “Ya, wahai Rasulullah!” Beliau bersabda,” Menyekutukan Allah”( Muttafaq Alaih, Al-Bukhari, Hadits no. 2511, cet Al Bugha.)
Setiap dosa berkemungkinan diampuni oleh Allah Ta’ala, kecuali dosa syirik, ia memerlukan taubat khusus, Allah berfirman, “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya” (An-Nisa: 48)
Di antara macam syirik adalah syirik besar. Syirik ini menjadi penyebab keluarnya seseorang dari agama Islam dan orang yang bersangkutan jika meninggal dalam keadaan demikian, akan kekal di dalam Neraka.

Rabu, 16 Januari 2013

02. RIYA’ DALAM IBADAH (Dosa-dosa Yang Dianggap Biasa)

Di antara syarat diterimanya amal shalih adalah bersih dari riya’ dan sesuai dengan sunnah. Orang yang melakukan ibadah dengan maksud agar dilihat orang lain, maka dia telah terjerumus ke dalam perbuatan syirik kecil dan amalnya menjadi sia-sia belaka. Misalnya, shalat agar dilihat oleh orang lain. Allah berfirman, “Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya’ (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.” (An-Nisaa’: 142)

03 THIYARAH / THATHOYYUR / MERASA SIAL / PESIMIS (Dosa-dosa Yang Dianggap Biasa)

Thiyarah adalah merasa bernasib sial atau meramal nasib buruk karena melihat burung, binatang lainnya atau apa saja. Allah berfirman, “Kemudian apabila datang kepada mereka kemakmuran, mereka berkata “Ini adalah karena (usaha) kami. “Dan jika mereka ditimpa kesusahan, mereka lemparkan sebab kesialan itu kepada Musa dan orang-orang yang besertanya.” (Al-A’raaf: 131)
Dahulu, di antara tradisi orang Arab adalah jika salah seorang mereka hendak melakukan suatu pekerjaan, bepergian misalnya, maka mereka meramal peruntungannya dengan burung. Salah seorang dari mereka memegang burung lalu melepaskannya. Jika burung itu terbang ke arah kanan, maka ia optimis, sehingga melangsungkan pekerjaannya. Sebaiknya, jika burung itu terbang ke arah kiri, maka ia merasa bernasib sial dan mengurungkan pekerjaan yang diinginkannya.
Oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam hukum perbuatan tersebut diterangkan dalam sabdanya,
“Thiyarah adalah syirik.”( Hadits riwayat Imam Ahmad : 1/389, dalam Shahihul Jami’no. 3955.)

04 BERSUMPAH DENGAN NAMA SELAIN ALLAH (Dosa-dosa Yang Dianggap Biasa)

Allah bersumpah dengan nama apa saja yang Ia kehendaki dari segenap makhluk-Nya. Sedangkan makhluk, mereka tidak dibolehkan bersumpah dengan nama selain Allah. Namun, bila kita saksikan kenyataan sehari-hari, betapa banyak orang yang bersumpah dengan nama selain Allah.
Sumpah adalah salah satu bentuk pengagungan. Karenanya ia tidak layak diberikan melainkan hanya kepada Allah Ta’ala. Dalam sebuah hadits marfu’ dari Ibnu Umar diriwayatkan:
“Ketahuilah, sesungguhnya Allah melarang kalian bersumpah dengan nama nenek moyangmu. Barangsiapa bersumpah hendaknya ia bersumpah dengan nama Allah atau diam.”( Hadits riwayat Al Bukhari, Lihat Fathul Bari, 11/530.)

05 DUDUK BERSAMA ORANG-ORANG MUNAFIK ATAU FASIK UNTUK BERAMAH TAMAH (Dosa-dosa Yang Dianggap Biasa)

Banyak orang lemah iman sengaja bergaul dengan sebagian orang fasik dan ahli maksiat, bahkan mungkin bergaul pula dengan sebagian orang yang menghina syariat Islam, melecehkan Islam dan para penganutnya. Tidak diragukan lagi, perbuatan semacam itu adalah haram dan membuat cacat aqidah. Allah berfirman,
“Dan apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olokan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain. Dan jika setan menjadikan kamu lupa (akan larangan ini), maka janganlah kamu duduk bersama orang-orang yang zhalim itu sesudah teringat (akan larangan itu).” (Al-An’am: 68)

Kamis, 10 Januari 2013

Obat AIDS Yang Mujarrab

Alhamdulillah pada hari Senin 27 Shafar 1430 H bertepatan 23 Pebruari 2009 M kami Masjid An-Nur Jagalan Saleyer dan Radio Dakwah Islamiyyah An-Nur mendapatkan kunjungan tiga tamu istimewa.
Beliau adalah;
Fadhilatusy Syaikh Abdul Wahid Roja’ Al-Maghrobi –Hafidhahulloh [Murid Syaikhuna Muhammad bin Sholeh Al-Utsaimin –Rahimahulloh, Dosen Universitas Ummul Quro Mekkah, Guru Tahfidhul Qur'an Mekkah dan Da'i terkenal di KSA],
Fadhilatusy Syaikh Abdul Waliy Al-Arkani –Hafidhahulloh [Hafidhul Qur'an yang mempunyai rekaman murottal dan Imam serta Khatib Masjid Jami' Khodimul Haromain Asy-Syarifain Al-Malik Fahd di Jeddah]

06.TIDAK THUMA’NINAH DALAM SHALAT (Dosa-dosa Yang Dianggap Biasa)

Di antara kejahatan pencurian terbesar adalah pencurian dalam shalat, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Sejahat-jahat pencuri adalah orang yang mencuri dari shalatnya.” Mereka bertanya, “Bagaimana ia mencuri dari shalatnya?” Beliau menjawab, “Ia tidak menyempurnakan ruku dan sujudnya.”( Hadits riwayat Ahmad, 5/310 dan dalam Shahihul Jami’ hadits no.997)
Meninggalkan thuma’ninah( Thuma’ninah adalah diam beberapa saat setelah tenangnya anggota-anggota badan, para ulama memberi batasan minimal yaitu sekedar waktu yang diperlukan untuk membaca tasbih. Lihat Fiqhus Sunnah, Sayyid Sabiq, 1/124 (pent).); Tidak meluruskan dan mendiamkan punggung sesaat ketika ruku’ dan sujud; Tidak tegak ketika bangkit dari ruku; serta ketika duduk antara dua sujud; Semuanya merupakan kebiasaan yang sering dilakukan oleh sebagian besar kaum muslimin. Bahkan, hampir bisa dikatakan, tak ada satu masjid pun kecuali di dalamnya terdapat orang-orang yang tidak thuma’ninah dalam shalatnya.

07 BANYAK MELAKUKAN GERAKAN SIA-SIA DALAM SHALAT (Dosa-dosa Yang Dianggap Biasa)

Sebagian umat Islam hampir tak terelakkan dari bencana ini. Yakni melakukan gerakan yang tidak ada gunanya dalam shalat. Mereka tidak mematuhi perintah Allah yang tersebut dalam firman-Nya, “Berdirilah karena Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu’.” (Al-Baqarah: 238)
Juga tidak memahami firman Allah, “Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya.” (Al- Mukminun: 1-2)
Suatu saat, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ditanya tentang hukum meratakan tanah ketika sujud. Beliau menjawab,
“Jangan engkau mengusap ketika engkau dalam keadaan shalat. Jika (terpaksa) harus melakukannya, maka (cukup) sekali meratakan kerikil.”( Hadits riwayat Abu Dawud, 11/581; dalam Shahihul Jami’ no. 7452 (Imam Muslim meriwayatkan hadits senada dari Mu’aiqib, Ibnu Baz).)

08 MENDAHULUI IMAM SECARA SENGAJA DALAM SHALAT (Dosa-dosa Yang Dianggap Biasa)

Di antara tabiat manusia adalah tergesa-gesa dalam tindakannya. Allah berfirman, “Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa.” (A-Isra’: 11)
“Pelan-pelan adalah dari Allah dan tergesa-gesa adalah dari setan.”( Hadits yang diriwayat dalam As-Sunan Al-Kubra, 10/104; Dalam As-Silsilah Ash Shahihah, hadits no. 1795.)
Dalam shalat jama’ah, sering orang menyaksikan di kanan kirinya banyak orang yang mendahului imam dalam ruku’, sujud, takbir perpindahan, bahkan mendahului salam imam. Mungkin dengan tak disadari, hal itu juga terjadi pada diri sendiri.