Selamat datang di Blog ini

Menebar Dakwah Salafiyyah, Ahlus Sunnah wal Jamma'ah
Tampilkan postingan dengan label Kisah Nyata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah Nyata. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 Januari 2014

Juhayman, Sang Pembajak Masjid al-Haram

Pada tahun 1979, umat Islam digemparkan dengan peristiwa besar yang menelan banyak korban jiwa, sebuah aksi yang didalangi kelompok ekstrimis, kelompok Juhayman al-Otaibi, peristiwa itu adalah pembajakan Masjid al-Haram. Masjidi al-Haram adalah tempat suci umat Islam yang sangat dihormati dan dimuliakan oleh setiap umat Islam di muka bumi ini. Kelompok Juhayman al-Otaibi dengan lancang melanggar kehormatan masjid yang mulia ini, membuat keonaran, dan menumpahkan darah di dalamnya. Dipimpin oleh Juhayman bin Muhammad bin Sayf al-Otaibi mereka membuat makar dan menakuti jamaah haji yang datang ke Baitullah al-Haram.

Senin, 29 Juli 2013

Antonio Inoki, Legenda Gulat Jepang yang Menjadi Mualaf


AntonioInokiBagi netters yang pernah menikmati tahun 70-80, tentunya mengenal sosok pegulat legendaris dari Jepang ini, saat di tahun 70-an , pegulat ini pernah bertanding dengan Juara Tinju dunia Muhammad Ali, dengan berakhir seri atau berimbang, Inoki terkena 1 hook dari Ali , dan Ali juga sekali terbanting ala gulat oleh Inoki, dalam pertandingan 15 ronde.
Ya PEGULAT dunia Antonio Inoki yang dikenal memiliki fisik kuat dan sangat melegenda dikabarkan telah masuk islam pada tahun 1990-an. Seperti dilansir media huffingtonpost.com, bulan lalu pegulat asal Jepang tersebut telah mengumumkan penggantian namanya menjadi Muhammad Hussain Inoki. Inoki kini gencar mengkampanyekan perdamaian internasional melalui aktivitas olahraga yang digelutinya.
Inoki memang telah lama dikenal semangatnya dalam mengusung perdamaian. Pada tahun 1990 ia diutus ke Irak untuk berunding dengan Saddam Hussein untuk berdiplomasi mengenai pembebasan warga Jepang yang disandera di sana.

Selasa, 07 Mei 2013

Biografi al-Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat

Alhamdulillah ya akhi bahwa ana termasuk diantara yang dekat dengan beliau yaitu al ustadz Abdul hakim bin Amir Abdat hafizhahullah dari sekian banyak kaum muslimin dinegri ini. Dan wajib bagi ana ya akhi untuk menceritakan sebagian tentang riwayat beliau yang ana ketahui karena ana adalah diantara orang yang mengetahui atau mendapatkan kisah dari beliau apa yang kaum muslimin yang lain tidak mengetahuinya agar mereka tahu dan dapat berpijak dengan ilmu dan keadilan tentang seorang yang telah banyak berjasa dalam menyebarkan dakwah sunnah, dakwah salafiyah mubarakah di negri tercinta ini.


Ada banyak kisah-kisah menarik dan penuh dengan ibrah sebenarnya yang ingin ana ceritakan dari kisah perjalanan ilmiyah beliau dalam menuntut ilmu syar’i. Yang mana kisah-kisah tersebut penuh dengan pelajaran untuk kita sekalian, dan yang akan paling dapat merasakan bagian terbesar dari pelajaran tersebut adalah para “pelajar ilmiyyah” yaitu yang mengkhususkan diri-diri mereka untuk menuntut ilmu agama Allah secara lebih tafsil.

Yang kisah tersebut ana dan beberapa orang teman dapatkan langsung dari beliau ditempat dan waktu yang berbeda-beda ketika sedang bersama beliau, itu tadi yang ana jelaskan diawal karena kesempatan yang Allah berikan kepada ana dan sebagian ikhwan untuk dapat mempunyai hubungan yang lebih dari yang lain dengan beliau al ustadz yang kami cintai karena Allah. 

Senin, 29 April 2013

Bakti untuk Ibu

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Fariq Gasim Anuz
Ustaz Abdullah Bani'mah seorang dai yang mengalami lumpuh total bercerita tentang seorang pemuda pengguna narkoba. Ia pertama kali kenal dengannya saat di rumah sakit di Jeddah. Pemuda tersebut menengok temannya yang dirawat sekamar dengan Abdullah.

Ia sangat taat kepada ibunya. Pernah waktu berkumpul dengan teman-temannya di kamar rumah sakit, berderinglah telepon dari ibunya. Segera ia menjawab dengan hormat dan setelah itu ia pamit untuk pulang.

Teman-temannya menahan dia. Pemuda tersebut mengatakan; Ibu saya menelepon dan minta saya membelikan sesuatu di warung.” Dia pun meninggalkan teman-temannya itu dan bersegara melaksanakan permintaan ibunya. 

Setelah selesai memenuhi kebutuhan ibunya, dia balik lagi ke rumah sakit. Adapun waktu yang dibutuhkan untuk pulang pergi itu sekitar dua jam.

Mantan Pendukung Geert Wilders yang ‘Anti Islam’ Menangis di Depan Makam Nabi

Hidayatullah.com—Arnoud Van Doorn, mantan politisi Belanda yang anti-Islam, sekaligus eks anggota terkemuka partai sayap kanan yang dipimpin Geert Wilders, melakukan umroh dan mengunjungi makan Rasulullah Muhammad di Madinad.
Seperti dimuat Saudi Gazette (SG), Selasa (23/4/2013), Arnoud Van Doorn yang kini telah menjadi muallaf telah memantapkan langkahnya sebagai seorang Muslim mengunjungi makam Nabi Muhammad dalam sebuah perjalanan umrah di Kota Madinah dan Makkah.
Doorn adalah salah satu pemimpin Partai Kebebasan yang ikut memproduksi film penghujatan terhadap Rasulullah, “Fitna”. Bulan lalu dia menyatakan memeluk Islam setelah melakukan studi secara ekstensif tentang Islam dan Nabi Muhammad Shallallu’alaihi Wassalam.
Dia mengatakan, kemarahan umat Islam di seluruh dunia terhadap film tersebut telah membuatnya belajar banyak tentang Nabi Muhammad yang akhirnya menyebabkan bertobat dan mendapatkan hidayah.
Dalam sebuah laporan berjudul “Maafkan Saya Ya Rasul”, di Madinah, ia shalat dan memohon maaf karena menjadi bagian dari film yang menghujat Islam dan Rasulullah.
Media Saudi yang lain, Okaz, bahkan mengabarkan, ia menangis di depan makam Nabi Muhammad.

Jumat, 19 April 2013

Keberanian al Imam an Nawawi Dalam Menyampaikan Kebenaran

Di antaranya, riwayat yang menyebutkan bahwa Azh-Zhohir Bibars tatkala hendak memerangi tartar di Syam, dia mengambil fatwa dari ulama tentang bolehnya mengambil harta rakyat (pajak) sebagai penyokong untuk memerangi mereka. Maka fuqoha’ Syam menulis surat kepadanya tentang hal itu, lalu mereka membolehkannya.
Dia bertanya, “Apakah masih ada orang lagi?”
Dikatakan kepadanya, “Ya, tinggal Syaikh Muhyiddin An-Nawawi.”
Dia pun memintanya untuk hadir.
Ketika hadir, dia mengatakan kepadanya, “Tulislah dengan tulisanmu bersama para fuqoha’ lainnya.” An-Nawawi menolak.
Dia mengatakan, “Mengapa engkau menolak?”

Rabu, 17 April 2013

Masuk Islam Karena ‘Pakaian Dalam'

Mungkin kedengaran aneh dan janggal. Hidayah memang bisa datang kapan saja dan pada siapa saja. Selama ini mungkin kita lebih sering mendengar masuk islamnya seorang non muslim kedalam islam di sebabkan hal-hal luar biasa dan penting. Seperti dokter Miller seorang penginjil Kanada yang masuk islam setelah menjumpai I’jaz Qur’an dari berbagai segi.Tapi yang ini benar-benar tidak biasa. Ya,…masuk islam gara-gara pakaian dalam!!
Fakta ini dikisahkan Doktor Sholeh Pengajar di sebuah perguruan Tinggi Islam di Saudi, saat ditugaskan ke Inggris. Ada seorang perempuan tua yang biasa mencuci pakaian para mahasiswa Inggris termasuk pakaian dalam mereka.

Sms Datang Setelah Enam Tahun Meninggal

Oleh: Mamduh Farhan al-Buhairi
Pada tahun ini, telah sampai kepadaku lebih dari 400 SMS berkenaan dengan datangnya bulan Ramadhan. SMS itu dari keluarga, kerabat, dan rekan, baik dari Saudi, negeri-negeri Arab, maupun negeri-negeri Islam lainnya, khususnya dari saudara-saudaraku para da’i di Indonesia. Mudah-mudahan Allah Ta’ala membalas mereka semua dengan kebaikan atas hubungan dan do’a mereka untukku pada bulan yang penuh berkah tersebut.
Hanya saja ada sebuah SMS yang mengejutkan dan menggoncangkan kesedihan, dan perasaanku. SMS itu sempat membuat pikiranku bimbang, yang kemudian membuat kedua mataku menangis. SMS itu berasal dari teman lama. Dia termasuk sebaik-baik teman yang aku bangga mengenalnya. Namun permasalahannya, temanku ini telah wafat enam tahun lalu karena sebuah kecelakaan mobil.

Ketika Rima Membuatku Tertawa, dan ‘Abdurrohman Membuatku Menangis

Oleh: Asy-Syaikh Mamduh Farhan Al-Buhairi hafizhohullaahu ta’ala
Putri saya Rima, sebagaimana jamaknya anak-anak usia enam tahun, banyak bertanya tentang apa saja. Pada suatu ketika dia menghampiri saya kemudian bertanya, “Mengapa Abi membaca surah Al-Ikhlash berulang-ulang?”
“Supaya Allah membangunkan rumah untuk abimu di dalam surga.”
“Apakah jika Rima membacanya berulang-ulang juga, akan dibangunkan rumah oleh Allah di surga?”
“Oh, tentu, tetapi Rima harus membacanya sepuluh kali berturut-turut.”
“Mengapa harus sepuluh kali?”
“Karena Nabi shollallaahu ‘alayhi wa’alaa aalihi wasallam bersabda, “Siapa yang membaca qul huwallaahu ahad sepuluh kali, (niscaya) Allah membangunkan untuknya sebuah rumah di surga.”
“Baiklah sepuluh kali!”

Kisah yang Mengharukan: Anak yang Mengeraskan Suaranya di Masjid

Seorang imam masjid mengisahkan..
Ada seorang anak kecil yang umurnya blm mencpai 10 thn. Dia selalu menjalankan shalat berjamaah di masjid, dan selalunya berusaha menempati shaf plg depan. Anak itu biasa mengeraskan suara saat shalat, terutama tatkala saya selesai membaca al-fatihah, si anak membaca “aamiin” dengan suara sangat keras.
Suatu kali, saya ingin menasihati anak ini agar merubah kebiasaannya. Akan tetapi setiap kali saya selesai shalat dan berdzikir anak itu telah pergi, saya tidak sempat berbicara dengannya.
Hingga suatu kali, setelah selesai shalat saya langsung memegang tangan anak itu sebelum ia pergi. Lalu saya bertanya, “Nak, mengapa kamu sering berteriak keras sewaktu shalat?”

Ulama yang Menyamar Sebagai Pengemis

Imam Baqi bin Mikhlad Nama beliau. Beliau dari negeri yang sangat jauh yaitu Andalusia sekarang bernama Spanyol. Dengarkan kisah suka dan dukanya dalam mengambil Ilmu kepada Imam Ahmad di Bagdad (Irak) selamat menyimak.
Beliau bercerita : Saya berangkat dengan berjalan kaki dari Andalusia menuju ke Baqdad untuk bertemu dengan Imam Ahmad untuk mengambil hadits dari beliau. Ketika saya mendekati Baqdad saya mendapati informasi tentang ujian yang menimpa Imam Ahmad sayapun menyadari bahwa Imam Ahmad dilarang untuk mengajar dan mengumpulkan manusia untuk mengajar mereka. Hal inipun membuat saya sedih berkepanjangan karena saya datang dari negeri yang sangat jauh dengan berjalan kaki tapi Imam Ahmad dilarang untuk mengajar.

Kisah Mengharukan Dari Tanah Arab

Saya hendak share cerita yang dikirimkan oleh teman melalui email, insya Allah sangat bermanfaat untuk kita semua. Silahkan disimak dan dibaca.
… KISAH NYATA DARI TANAH ARAB …
Bismillahir-Rahmaanir-Rahim … Ditengah gemuruhnya kota, ternyata Riyadh menyimpan banyak kisah. Kota ini menyimpan rahasia yang hanya diperdengarkan kepada telinga dan hati yang mendengar. Tentu saja, Hidayah adalah kehendak NYA dan Hidayah hanya akan diberikan kepada mereka yang mencarinya.
Ada sebuah energi yang luar biasa dari cerita yang kudengar beberapa hari yang lalu dari sahabat Saya mengenal banyak dari mereka, ada beberapa dari Palestina, Bahrain, Jordan, Syiria, Pakistan, India, Srilanka dan kebanyakan dari Mesir dan Saudi Arabia sendiri. Ada beberapa juga dari suku Arab yang tinggal dibenua Afrika. Salah satunya adalah teman dari Negara Sudan, Afrika.
Saya mengenalnya dengan nama Ammar Mustafa, dia salah satu Muslim kulit hitam yang juga kerja di Hotel ini.

Rabu, 10 April 2013

Kenangan Menarik Asy-Syaikh As-Sa’di Rahimahullaah

Asy-Syaikh ‘Abdurrahmaan As-Sa’di dikenal sebagai sosok Ulama yang berakhlaq mulia. Beliau kadang-kadang bercanda untuk menjadikan manusia senang dan tersenyum. Suatu saat, beliau bertemu dengan Shalih Al-Muthlaq, salah seorang petugas pemerintah untuk menjaga kebun yang berisi tanaman yang tumbuh ketika musim semi. Ketika itu As-Sa’di masih kecil. Beliau pergi bersama teman-temannya untuk memetik tanaman di kebun tersebut. Namun sial, beliau (Shalih Al-Muthlaq) mengusir mereka semua bahkan memukul As-Sa’di agar supaya tidak mendekat ke kebun tersebut.
Nah, setelah sekian tahun berjalan, setelah As-Sa’di menjadi Ulama, beliau memutar memori tersebut dan mengingatkan Shalih Al-Muthlaq tentang peristiwa tersebut. Dengan nada bercanda beliau mengatakan, “Semoga Allah mengampunimu, wahai Shalih, engkau memukulku padahal aku tak berbuat salah apa-apa?!”

Selasa, 02 April 2013

Seorang Ibu Rumah Tangga Pun Menjadi Penghafal Al Quran

Ummu Zaid, seorang ibu rumah tangga ketika menceritakan pengalamannya dalam menghafal Al Quran, beliau menutup cerita dengan kata-kata yang bisa menjadi nasihat untuk kita semua, terutama untuk ibu rumah tangga. Belum pupus harapan bagi kalian untuk menjadi penghafal kitabullah.
Berikut nasihat beliau yang saya kutip dari buku Hafal Al Quran Dalam Sebulan
Untuk menutup halaman-halaman yang indah ini, aku sampaikan pada kalian bahwa aku adalah wanita , sebagaimana wanita lainnya. Aku memiliki suami dan anak-anak. Anak-anakku belajar di sekolah khusus dengan kurikulum pelajaran yang sangat sulit. Aku hafal Al Quran, tapi aku tidak melalaikan tanggung jawabku sebagai seorang ibu. Aku didik anak-anakku dan berusaha mengajari mereka segala sesuatu. Bahkan tanggung jawabku yang paling utama adalah sebagai seorang istri yang berusaha untuk mendapatkan keridhaan suami, tanpa mengurangi haknya dan dengan menunaikan kewajiban-kewajibanku secara sempurna.

Vincente : Kisah “Yesus” Menjadikan Saya Mualaf

Tiga belas tahun yang lalu Vicente Mota Alfaro adalah salah seorang pemeluk Kristen yang taat yang secara rutin mendatangi kelas Minggu dan membaca Injil setiap harinya.
Namun hari ini, dia tidak hanya seorang Muallaf, namun dia adalah Imam Masjid dari Pusat Kebudayaan Islam Valensia (CCIV).
Selain merupakan Muallaf pertama yang dipersilakan mengimami setiap kali sholat berjamaah, dia juga merupakan anggota Dewan Kepengurusan CCIV sejak 2005.
Pemimpin kelompok Muslim Valensia menetapkan Alfaro sebagai Imam besar, dan berterima kasih atas kerja kerasnya.
“Dia pantas kami pilih karena kehebatan pengetahuan agamanya”, kata El-Taher Edda Sekretaris Umum Liga Islam bagian Dialog dan Perdamaian.
Dia meyakini Alfaro telah menyebarkan pesan yang nyata mengenai Muallaf yang bergabung dalam kekuatan Islam.
Beberapa media setempat tidak lama lalu melaporkan adanya peningkatan jumlah Muallaf di Spanyol, tanpa adanya pertentangan dari pihak manapun.
Diperkirakan Muslim Spanyol berjumlah 1.5 juta dari 40 juta penduduk keseluruhan. Islam merupakan agama terbesar kedua setelah Kristen.
Ketika masyarakat bertanya kepada Alfaro bagaimana dia dapat menjadi seorang Muallaf, dia akan memberikan jawaban yang sederhana.
“Allah telah menjadikan Islam sebagai agama dan hidupku”, katanya mantap.
Saat itu Alfaro berusia 20 tahun dan masih berkuliah ketika dia memutuskan untuk menjadi Muallaf.

Rabu, 27 Maret 2013

Kisah Seorang Hakim Yang Berlibur Ke Indonesia

Oleh: Syaikh Hisyam Khayyath
Saya telah mendengar Indonesia dan banyak membaca tentangnya. Akan tetapi siapa yang mendengar dan membaca berbeda dengan orang yang melihat langsung dengan kedua matanya.
Alhamdulillah, dengan memuji Allah Ta,ala yang telah memudahkanku untuk safar ke negeri yang indah dan hijau, negeri yang beralam menawan, menuju masyarakat yang mulia, menuju negeri Indonesia.
Saya berangkat pada waktu liburan musim panas di tahun 2006 ke Indonesia. Saya habiskan waktu selama sembilan jam di atas lautan dan angkasa antara langit dan bumi. Sayapun sampai di bandara Jakarta yang sederhana dengan pelayanan yang baik. Saya naik taksi menuju salah satu hotel. Di tengah perjalanan, jumlah manusia yang besar, dan banyaknya kemacetan yang belum terbiasa, membuat saya tercengang.

Senin, 04 Maret 2013

SULAIMAN AR-RAJHI, KONGLOMERAT DARI ARAB SAUDI YANG BIKIN MUADZIN MALU

Jika kita bercita-cita jadi konglomerat maka bisa menjadikan Sulaiman Ar-Rajhi ini sebagai model. Beberapa hal penting yang kami ketahui tentang beliau adalah:

1.Majalah Forbes menyebutkan kakayaannya 5,9 milyar Dollar dan orang terkaya no 120 di dunia, tetapi beliau tetap tampil dengan sederhana, berpakaian jubah putih b
ersih yang jauh dari kesan glamour dan berlebihan.

2.Beliau memulai usaha dari Nol, kehidupan masa kecilnya sangat susah hingga pernah bekerja jadi kuli panggul dan menjual kayu bakar di masa kanak-kanaknya. Tetapi dengan ketekunan, hemat dan kerja keras serta tawakkalnya kepada Allah hingga akhirnya beliau dan saudaranya memiliki “Kerajaan Bisnis Raksasa” di KSA dan salah satunya adalah Bank Ar-Rajhi; Bank syariah terbesar di Dunia yang ATM nya tersebar menjamur dan cabangnya terdapat nyaris di semua distrik KSA.

Selasa, 19 Februari 2013

2 Orang Kakak Beradik (Di Saudi Arabia) Berseteru Memperebutkan Hak Pemeliharaan Ibunya Yang Sudah Tua Renta Hingga ke Pengadilan.


## 2 Orang Kakak Beradik (Di Saudi Arabia) Berseteru Memperebutkan Hak Pemeliharaan Ibunya Yang Sudah Tua Renta Hingga ke Pengadilan. (Bacalah, kisah yang amat mengharukan)

Di salah 1 pengadilan Qasim, Kerajaan Saudi Arabia, berdiri Hizan al Fuhaidi dg air mata yg bercucuran shg membasahi janggutnya,,!! Knp? Krn ia kalah terhadap perseteruannya dg saudara kandungnya!!

Tentang apakah perseteruannya dg saudaranay?? Ttng tanah kah?? atau warisan yg mereka saling perebutkan??

Kamis, 07 Februari 2013

Anthony Vatswaf Galvin Green akhirnya muallaf "Saya Tak Percaya Tuhan Bisa Mati


:::Anthony Vatswaf Galvin Green akhirnya muallaf  "Saya Tak Percaya Tuhan Bisa Mati":::

Namanya Anthony Vatswaf Galvin Green, dan mengubah namanya setelah masuk Islam menjadi Abdur Raheem Green.  Kelahiran kelahiran Dar Es-Salaam, Tanzania. Sejak kecil ia sering mempertanyakan konsep ajaran sebelumnya yang menurutnya banyak tak masuk akal.
 
Ibu Green yang asli Polandia merupakan penganut Katolik Roma yang taat, membesarkan Green dan anak-anaknya yang lain dengan didikan ala Katolik. Green bahkan sempat disekolahkan di sebuah keuskupan Katolik Roma di Yorkshire di utara Inggris.
 
Hal pertama yang mengusik pikirannya tentang ajarannya terdahulu adalah ketika ia mendengar ibunya berdoa dan menyebut "Bunda Maria, ibu dari Tuhan Yesus!". Green merasa aneh dengan doa itu, bagaimana bisa Tuhan punya ibu? Karena Yesus yang ia kenal selama dalam konsep ajarannya terdahulu adalah Tuhan, bukan nabi seperti dalam ajaran Islam.
 
"Aku duduk dan memikirkan tentang hal ini ibu dari tuhan. Jika Bunda Maria adalah ibu dari Tuhan (Yesus), ia pastilah lebih juga Tuhan yang lebih baik dari Tuhan itu sendiri. Itulah pertanyaan pertama yang muncul di kepala saya," tutur Green mengenang pengalaman masa kecilnya.
 

    Saat masuk sekolah di keuskupan, Green mulai lebih banyak memikirkan banyak hal, mempelajarinya dan melakukan studi dan penelitian terhadap ajaran sebelumnya yang dianutnya. Salah satunya tentang "kewajiban" pengakuan dosa yang ditetapkan oleh para imam di keuskupannya. Green masih ingat, seluruh siswa diwajibkan paling tidak sekali setahun untuk melakukan pengakuan dosa.

 

    Bagi Green, doktrin pengakuan dosa adalah doktrin aneh dan tidak lebih dari konspirasi besar untuk mengendalikan orang lain. "Mengapa? Mengapa saya harus mengakui dosa-dosa saya pada para imam itu? Tidak bisakah saya meminta pada Tuhan saja untuk mengampuni saya? Apalagi menurut Alkitab Yesus berkata, berdoalah pada Tuhan untuk meminta ampunan atas dosa-dosa kita. Jika demikian, mengapa saya harus datang pada seorang pastur untuk meminta pengampunan dosa?" papar Green.

 
Green merasa ada persoalan besar dengan ini. Saya juga punya masalah nyata dengan doktrin gereja, doktrin inkarnasi dimana 'Tuhan menjelma menjadi manusia.''
 
Mencari Jawaban
 
Ketika usia 11 tahun, ayah Green mendapat pekerjaan sebagai Manajer Umum di Bank Barclays di Kairo. Sejak itu, sampai 10 tahun kemudian, Mesir menjadi tempat Green menghabiskan liburan sekolah, karena Green tetap bersekolah di Inggris.
 
Green selalu menikmati liburannya di Mesir, dan ketika ia kembali ke Inggris, banyak pertanyaan yang menghantui pikirannya. Doktrin kehidupan Barat yang ia kenal selama ini, selalu mengukur kebahagiaan hidup dengan materi. Membandingkannya dengan kehidupan masyarakat Muslim di Mesir, Green jadi bertanya-tanya, mengapa ia harus tinggal di sini (Inggris)? Dan Green mulai mengajukan pertanyaan-pertanyaan: Apa tujuan hidup? Untuk alasan apa manusia ada? Apa arti semua ini? apa artinya cinta? hidup itu untuk apa? ...
 
Green berfikir dan merenungi semua pertanyaan itu dalam benaknya. 'Bukan!, hidup bukan hanya untuk sekolah, lulus ujian dengan nilai bagus, kuliah, dapat gelar sarjana, kemudian dapat pekerjaan yang bisa memberikannya banyak uang. Lalu menikah, punya anak, mengirim mereka ke sekolah terbaik, agar mereka mendapat pekerjaan dan uang untuk mengirim anak-anak mereka kembali ke sekolah dan seterusnya dan seterusnya....
 
Dan aku lalu berpikir,". itu sajakah?  Itukah tujuan dari hidup ini?  Semua ini hanya untuk itu ??..."
 
Saya berkata pada diriku sendiri : " Tidak mungkin!, saya tidak percaya bila kita ini hidup hanya demi alasan yang seperti itu." tukas Green.
 
Termotivasi untuk mencari jawaban sesungguhnya. Ia-pun mulai mencari tahu tentang ajaran agama lain, yang ia pikir bisa memberikan pandangan dan pemahaman tentang apa tujuan hidup itu dan apa tujuan hidup sebenarnya...
 
Sebuah peristiwa penting terjadi. Selama 10 tahun bolak-balik berlibur di Mesir, Green hanya mengenal satu orang yang mau ngobrol dengannya secara terbuka tentang Islam. Suatu hari Green terlibat perbincangan dengan orang itu, dan ia merasa seperti "mendapatkan" tinju pukulan seorang Mike Tyson mendarat di mukanya..
 
Dalam percakapan selama 40 menit, "Orang itu bertanya kepada saya beberapa pertanyaan sederhana yang "menusuk" dikepala saya sampai hari ini." kata Green.
 
"Kamu percaya Yesus itu Tuhan?"
 
Aku menjawab, "Ya."
 
Lalu orang itu bertanya lagi, "Kamu percaya Yesus mati di kayu salib?"
 
Aku menjawab, "Ya."
 
"Jadi kamu percaya Tuhan itu mati," tanya orang itu lagi.
 
Pertanyaan itu seakan menampar muka Green, dan ia tiba-tiba menyadari bahwa fakta itu sangat bodoh dan irrasional, "Bagaimana Tuhan bisa mati, mana mungkin manusia bisa membunuh Tuhan. Tentu saja saya tidak percaya bahwa Tuhan mati. 'You can't kill God '  Anda tidak dapat membunuh Tuhan." ujarnya.
 
Dalam usia muda, antara 19-20 tahun, Green menjalani kehidupannya sebagai hippis. "Saya berkata pada diri sendiri, lupakan soal agama, soal spiritualitas, lupakan semuanya. Mungkin hidup itu tidak ada maknanya, tak ada yang lebih penting dalam hidup kecuali menjadi orang kaya," ujar Green.
 
Persoalannya kala itu, Green tidak punya uang banyak. Ia lalu berpikir untuk mendapatkan uang banyak. Ia berpikir tentang negara-negara yang dianggapnya kaya dan mudah untuk mendapatkan uang, mulai dari Inggris, Amerika yang menjadi negeri impian, Jepang si negara kaya dari hasil kemajuan teknologinya, sampai Arab Saudi yang juga salah satu negara kaya.
 
Di titik Arab Saudi, Green mulai berpikir tentang apa agama yang dianut orang Arab, apa kitab suci mereka? Green langsung mengingat Al-Quran dan ia pun pergi ke sebuah toko buku untuk membeli Al-Quran yang dilengkap dengan terjemahannya.
 
"Saya adalah seorang yang bisa membaca dengan cepat. Saya masih ingat dengan jelas, saat itu saya naik kereta, duduk dekat jendela dan membaca terjemahan Al-Quran. Saya memandang ke luar jendela sejenak, lalu membaca lagi. Saya bisa mengatakan inilah momen ketika saya menyadari dan memercayai bahwa Quran berasal dari Allah. Saya berkata pada diri sendiri, "Jika saya pernah membaca buku yang berasal dari Tuhan, Inilah buku itu(Al Quran)..!"  tutur Green.
 
Tak sekedar membaca, Green ingin mencoba apa yang diajarkan dalam Al-Quran. Pulang ke rumah, Green mencoba menunaikan salat meski ia tak tahu caranya. Ia cuma ingat pernah melihat juru masak keluarganya di Mesir menunaikan salat, dan Green mencoba meniru gerakan salat yang pernah dilihatnya itu.
 
Menjadi Seorang Muslim
 
Di hari selanjutnya, Green pergi ke sebuah toko buku yang merupakan bagian dari sebuah bangunan masjid. Ia melihat buku-buku tentang Nabi Muhammad dan buku tentang salat yang memang ia sedang mencarinya. Ketika melihat buku-buku itu Green berdecak kagum, "Wow, fantastis !"
 
Seorang lelaki lalu menyapanya, "Maaf, apakah Anda muslim?"
 
Saya berpikir, "Apakah aku seorang Muslim?? 'What does he mean by that?'  Apa yang dia maksud dengan itu? " fikirnya.
 
Saya lalu berkata padanya, "Dengar, saya percaya hanya ada satu Tuhan dialah Allah dan saya percaya Muhammad adalah utusan-Nya,"
 
Lalu orang itu berkata, "Anda adalah seorang Muslim!"
 
Aku berkata "Oh, terima kasih!"
 
Orang itu lalu berkata lagi, "Ini hampir masuk waktu salat, Kamu mau salat bersama-sama?"
 
Hari itu hari Jumat, karenanya masjid penuh dengan jamaah yang akan salat Jumat. Green ikut shalat meski masih bingung dan gerakannya banyak yang salah. Tapi hari itu menjadi hari bersejarah bagi Green, hanya dalam waktu lima menit, ia mendapatkan banyak saudara baru, yang bersedia mengajarinya tentang Islam. Ya, hari itu juga, Green secara resmi mengucapkan dua kalimat syahadat yang menandai kemuslimannya.
 
sumber,
http://www.onislam.net/english/reading-islam/my-journey-to-islam/contemporary-stories/454098-i-could-not-believe-god-died.html (I Couldn't Believe God Died! Why Abdur Raheem Green Embraced Islam)
eramuslim,
 
Bila "ada" yang ingin melihat videonya, silahkan dapat dilihat di sini ;
http://www.youtube.com/watch?v=wF8joJaOVJw (Why Abdul Raheem Green Came to Islam)
 
semoga bermanfaat ..,
----------------------------------------------------
وَما أُمِروا إِلّا لِيَعبُدُوا اللَّهَ مُخلِصينَ لَهُ الدّينَ حُنَفاءَ وَيُقيمُوا الصَّلوٰةَ وَيُؤتُوا الزَّكوٰةَ ۚ وَذٰلِكَ دينُ القَيِّمَةِ
 
Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus , dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus. (Qs. 98. Al Bayyinah 5)

.
Namanya Anthony Vatswaf Galvin Green, dan mengubah namanya setelah masuk Islam menjadi Abdur Raheem Green. Kelahiran kelahiran Dar Es-Salaam, Tanzania. Sejak kecil ia sering mempertanyakan konsep ajaran sebelumnya yang menurutnya banyak tak masuk akal.

Ibu Green yang asli Polandia merupakan penganut Katolik Roma yang taat, membesarkan Green dan anak-anaknya yang lain dengan didikan ala Katolik. Green bahkan sempat disekolahkan di sebuah keuskupan Katolik Roma di Yorkshire di utara Inggris.

Kamis, 10 Januari 2013

Obat AIDS Yang Mujarrab

Alhamdulillah pada hari Senin 27 Shafar 1430 H bertepatan 23 Pebruari 2009 M kami Masjid An-Nur Jagalan Saleyer dan Radio Dakwah Islamiyyah An-Nur mendapatkan kunjungan tiga tamu istimewa.
Beliau adalah;
Fadhilatusy Syaikh Abdul Wahid Roja’ Al-Maghrobi –Hafidhahulloh [Murid Syaikhuna Muhammad bin Sholeh Al-Utsaimin –Rahimahulloh, Dosen Universitas Ummul Quro Mekkah, Guru Tahfidhul Qur'an Mekkah dan Da'i terkenal di KSA],
Fadhilatusy Syaikh Abdul Waliy Al-Arkani –Hafidhahulloh [Hafidhul Qur'an yang mempunyai rekaman murottal dan Imam serta Khatib Masjid Jami' Khodimul Haromain Asy-Syarifain Al-Malik Fahd di Jeddah]