Selamat datang di Blog ini

Menebar Dakwah Salafiyyah, Ahlus Sunnah wal Jamma'ah

Jumat, 29 Oktober 2010

Hukum Mushalla Kantor

مكتبة الفتاوى : فتاوى نور على الدرب (نصية) : الصلاة
السؤال: بارك الله فيكم نعود إلى رسالة المستمع م. أ. أ يقول فضيلة الشيخ مصلى المدرسة هل يأخذ أحكام المساجد

MC program acara Nurun ‘ala al Darbi yang disiarkan oleh radio al Qur’an al Karim KSA mengatakan, Kita kembali ke surat pertanyaan dari pendengar, “Apakah ketentuan-ketentuan masjid itu berlaku untuk musholla sekolah?”

الجواب
الشيخ: مُصلى المدرسة أو المصلى في البيت الذي أعده الإنسان للصلاة فيه لا يأخذ حكم المساجد

Jawaban Ibnu Utsaimin, “Musholla sekolah, demikian pula musholla rumah yang memang dibuat untuk tempat mengerjakan shalat tidaklah berlaku padanya ketentuan yang berlaku untuk masjid.



وإنما هو مصلى يُحترم لكون الناس يصلون فيه

Tempat tersebut hanyalah tempat shalat yang kita hormati karena banyak orang yang mengerjakan shalat di tempat tersebut.

أما أن يُعطى حكم المسجد من كونه إذا دخل فيه لا يجلس حتى يصلى ركعتين وإذا كان جنبا لا يجلس فيه إلا بوضوء ويعتكف فيه وما أشبه ذلك من أحكام المساجد فلا

Sedangkan ketentuan yang berlaku untuk masjid semisal disyariatkannya shalat dua rakaat ketika memasukinya sebelum duduk, orang yang junub tidak boleh duduk di dalamnya kecuali setelah berwudhu terlebih dahulu, menjadi tempat i’tikaf dan ketentuan yang lain maka tidak bisa diberlakukan untuk musholla rumah dan musholla sekolah.

فالمصلى في مكان العمل والمصلى في البيت ليس بمسجد وليس له أحكام المسجد لكنه مكان اجتماعي يصلى الناس فيه.

Jadi musholla kantor dan musholla rumah itu bukan masjid sehingga tidak berlaku padanya ketentuan-ketentuan untuk masjid. Tempat tersebut sekedar tempat umum yang banyak orang mengerjakan shalat di dalamnya”.

Sumber: http://www.ibnothaimeen.com/all/noor/article_3386.shtml

Artikel: www.ustadzaris.com

Tambahan dari UstadzAris

Tolak ukur bangunan yang bisa disebut masjid secara istilah
1. Panggilan adzannya ditujukan untuk umum berdasarkan hadits Ibnu Mas’ud yang diriwayatkan oleh Muslim (faedah dari salah satu ceramah Syaikh Sulaiman ar Ruhaili)
2. Terbuka untuk umum, tidak ada istilah tutup karena sedang libur (faedah dari Ibnu Ustaimin dalam Syarh Mumti’).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar