Selamat datang di Blog ini

Menebar Dakwah Salafiyyah, Ahlus Sunnah wal Jamma'ah

Selasa, 02 November 2010

Teori Evolusi Darwin

Oleh Al Lajnah Ad Daimah Lil Buhuts Al Ilmiyah wal Ifta

Pertanyaan: Ada orang yang mengatakan bahwasanya manusia dahulunya berasal dari seekor kera kemudian mengalami evolusi. Apakah ini benar dan apakah dalilnya?



Jawaban: Perkataan ini tidaklah benar. Adapun dalilnya, Allah telah menjelaskan tentang tahap-tahap penciptaan Adam. Allah berfirman:


إِنَّ مَثَلَ عِيسَى عِنْدَ اللَّهِ كَمَثَلِ آَدَمَ خَلَقَهُ مِنْ تُرَابٍ


ِArtinya: “Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah ciptakan dia dari tanah” (Ali Imran 59)

Kemudian tanah tersebut dicampur dengan air, sehingga menjadi tanah liat yang bisa menempel pada tangan. Allah berfirman:

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنْ سُلَالَةٍ مِنْ طِينٍ

Artinya: “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari saripati (berasal) dari tanah.” (Al Mu’minun 12)



Dan Allah berfirman:

إِنَّا خَلَقْنَاهُمْ مِنْ طِينٍ لَازِبٍ

Artinya: “Sesungguhnya kami telah menciptakan mereka dari tanah liat.”(Ash Shofaat 11)

Setelah itu menjadi lumpur hitam yang dibentuk.

Allah Ta’ala berfirman:

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنْ صَلْصَالٍ مِنْ حَمَإٍ مَسْنُونٍ

Artinya: “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk.” (Al Hijr 26)

Kemudian setelah kering menjadi sholshol (tanah liat yang kering) seperti tembikar

Allah Ta’ala berfirman:

خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ صَلْصَالٍ كَالْفَخَّارِ

Artinya: “Dia menciptakan manusia dari tanah yang kering”(Ar Rahman 14)

Dan Allah bentuk dia dengan bentuk yang diinginkannya dan meniup ruhnya.

Allah Ta’ala berfirman:

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي خَالِقٌ بَشَرًا مِنْ صَلْصَالٍ مِنْ حَمَإٍ مَسْنُونٍ فَإِذَا سَوَّيْتُهُ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِنْ رُوحِي فَقَعُوا لَهُ سَاجِدِينَ

Artinya: “Dan (ingatlah), ketika Rabbmu berfirman kepada para malaikat (artinya): “Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari Lumpur hitam yang diberi bentuk. Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya dan telah meniupkan ke dalamnya ruhKu, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud” (Al Hijr 28-29)

Inilah tahapan-tahapan yang terjadi pada penciptaan Adam yang terdapat di Al Qur’an. Adapun tahapan-tahapan yang terjadi pada proses penciptaan keturunan Adam maka Allah berfirman:

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنْ سُلَالَةٍ مِنْ طِينٍ ثُمَّ جَعَلْنَاهُ نُطْفَةً فِي قَرَارٍ مَكِينٍ ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَsegumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang عَلَقَةً فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظَامًا فَكَسَوْنَا الْعِظَامَ لَحْمًا ث2نَاهُ خَلْقًا آَخَرَ فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ

Artinya: “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik.”(Al Mu’minun 12-14)

Adapun isteri Adam Hawa’ maka Allah telah jelaskan bahwasanya Dia menciptakannya dari Adam.

Allah Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً

Artinya: “Wahai sekalian manusia, bertakwalah kepada Rabb kalian yang telah menciptakan kalian dari diri yang satu, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak.” (An Nisa’ 1)


Wa billahi at taufiq. Wa shallallahu ‘ala nabiyina Muhammad wa aalihi wa shahbihi wa sallam.

Al Lajnah Ad Daimah lil Buhuts wal ‘Ilmiyah wal Ifta’



Ketua: Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz

Wakil: Abdurrazzaq Afifi

Anggota: - Abdullah bin Ghudayyan

- Abdullah bin Qu’ud

Sumber :
Fatawa Al Lajnah Ad Daimah (2/435-437)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar