Selamat datang di Blog ini

Menebar Dakwah Salafiyyah, Ahlus Sunnah wal Jamma'ah

Senin, 09 Juli 2012

Pantesan, Idahram Berani Ngawur Mengusung Syi’ah dan Menghujat Salafi, Lha Wong Asuhan SAS

Ilustrasi: hijrahdarisyirikdanbidah.blogspot.com
“Yang jelas, dia adalah bimbingan saya. Saya lah yang membimbing penulis buku itu,” kata Said Agil Siradj (SAS).
***
Dalam artikel Waspada! Buku “Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi” Mengusung Faham Rafidhah (Syi’ah Iran)  tulisan  Ustadz Agus Hasan Bashori Lc, MAg. 17 September 2011 di  Nahi Munkar.om, ada di antara sejumlah komentar yang menyoroti nama Syaikh Idahram. Ini komentarnya:
Syaikh IDAHRAM…?  bukan itu dibalik saja jadi MARHADI, Dan nggak pake Syaikh segala
ini sekedar info saja buat kaum Muslimin..dia itu anak muda Ta’mir di Masjid Jakarta Islamic Center yang memang sangat memusuhi dakwah Salaf yang Haq ini, kalau nama Pengarangnya saja sudah di bolak-balik, disembunyikan dan dipalsukan, apalagi isinya…dan kalau buku itu dianggap sebagai buku Ilmiah dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya dengan fakta dan dalil yang jelas kenapa harus takut menampilkan nama pengarang yang sebenarnya, apa bedanya dengan BUKU KALENG murahan yang tdk bertanggung jawab..atau teriakan2 orang-orang jahil lainnya yang menghujat dakwah lalu bersembunyi..ya MARHADI kasihan antum,,yang berandil besar dalam menyesatkan ummat ini. (Arif Muzakir· 6 minggu yang lalu)
***
Said Agil Siradj mengaku, idahram itu bimbingan dia. Inilah beritanya.
***
Syaikh Idahram Penulis Buku Hujat Salafi Wahabi, Mengaku Bekas PKS & HTI
Selasa, 06 Dec 2011
Jakarta (voa-islam) – Tentu kita penasaran, siapakah sesungguhnya Syaikh Idahram, penulis buku Trilogi Data dan Fakta Penyimpangan Salafi Wahabi (Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi, Mereka Memalsukan Kitab-kitab Karya Ulama Klasik, dan Ulama Sejagad Menggugat Salafi Wahabi) yang kata pengatarnya ditulis oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul (PBNU) Prof. Dr. KH. Said Agil Siraj, MA.
Saat voa-islam menanyakan jatidiri Syaikh Idahram kepada KH. Said Agil Siraj yang ditemui usai Wokshop Deradikalisasi Agama Berbasis Kyai/Nyai dan Pesantren yang digelar oleh Muslimat NU di Park Hotel, Jakarta, tidak mau menjawab secara jelas, siapa sesungguhnya Syaikh Idahram.  Kiai NU itu hanya menjawab ringkas, “Yang jelas, dia adalah bimbingan saya. Saya lah yang membimbing penulis buku itu,” kata Said Agil.
Di dalam biodata penulis buku Ulama Sejagad Menggugat Salafi Wahabi, Syaikh Idahram adalah sosok pemerhati gerakan-gerakan Islam, lahir di Tanah Jawa, pada tahun 1970-an. Ketertarikannya terhadap fenomena Salafi Wahabi terpupuk sejak ia melanglang buana dan belajar ke Timur Tengah, bertalaqqi kepada para masyayikh di sana dan berdiskusi dengan para ustadz.
Dalam upaya pencariannya itu, Syaikh Idahram pernah menjadi anggota organisasi Muhammadiyah beberapa tahun, aktif dalamliqa’ PKS (Partai Keadilan Sejahtera) selama 4 tahun, pengurus kajian Hizbut Tahrir selama 2 tahun, pejabat teras ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia), hingga akhirnya berlabuh dan basah kuyub dalam tasawuf dengan berba’iat kepada seorang syaikh.
***
Idahram dinilai berbohong, berlebihan dan memfitnah
BELAKANGAN ini beredar buku berjudul “Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi” (SBSSW) yang dikarang oleh seorang yang mengaku bernama Syaikh Idahram. Buku tersebut berisi gugatan dan caci-maki terhadap apa yang disebut dengan “Gerakan Salafi Wahabi”. Kalau sekedar kritik yang obyektif, tentu tak masalah. Karena setiap orang dan kelompok bisa saja mempunyai kecenderungan keliru, berlebihan, mau benar sendiri dan menyalahkan orang lain. Namun jika kritik dan celaan tersebut berlebihan dan berbohong bahkan mengandung manipulasi fakta, tentu saja hal ini menimbulkan masalah serius dan fitnah.
Belum reda kontroversi buku pertama sudah muncul buku kedua “Mereka Memalsukan Kitab-kitab Karya Ulama Klasik” (MMKKUK); kemudian muncul lagi, “Ulama Sejagad Menggugat Salafi Wahabi” (USMSW). Maka situasi fitnah pun kian merebak.
Menyadari betapa bahayanya modus provokasi dan adu domba antar umat Islam ini, serta keinginan mencegah tersebar luasnya keburukan-keburukan di tengah umat, dengan izin Allah Ta’ala, AM Waskito seorang penulis menghadirkan buku yang berjudul “Bersikap Adil kepada Wahabi; Bantahan Kritis dan Fundamental Terhadap Buku Propaganda Karya Syaikh Idahram”. (voaislam.com)
***
Mengusung Syiah
Belakangan beredar informasi di internet bahwa sosok Syaikh Idahram bernama asli Marhadi Muhayyar, namun info ini belum mendapat kepastian, mengingat yang bersangkutan tak pernah secara gentle tampil ke public.
AM Waskito dalam bukunya “Bersikap Adil kepada Wahabi” (Pustaka Al Kautsar), juga mencurigai, sosok Syaikh Idahram, penulis buku Trilogi Penyimpangan Salafi Wahabi tersebut adalah seorang penganut akidah Syiah atau minimal pendukung Syiah. Meskipun dia tidak mengucapkan pengakuan atas akidahnya, tetapi hal itu bisa dibuktikan dari perkataan-perkataan dia sendiri dalam bukunya. Bukan hanya itu, Waskito mencium aroma, ketiga buku tulisan Syaikh Idahram ditunggangi oleh kepentingan kaum Syiah dan Sepilis (Sekulerisme, Pluralisme, dan Liberalisme).
Bukti kesyiahan Syaikh Idahram, menurut pengamatan Waskito diantaraya: Si penulis menyebut Kota Najaf di Irak sebagai Najaf Al-Asyraf. Sebutan semacam ini hanya dikenal di kalangan Syiah, bukan Ahlu Sunnah.
Kemudian, Syaikh Idahram juga menyebutkan bahwa dalam Islam setidaknya ada tujuh madzhab, yaitu: Madzhab Hanafi, Maliki, Syafi’I, dan Hambali; ditambah dua madzhab: Syiah, Ja’fari dan Imamiyah; ditambah 1 madzhab Zhahiri. Perkataan seperti ini tidak dikenal di kalangan Ahlu Sunnah. Yang jelas, tidak sedikit, Syaikh Idahram menggunakan referensi dari kaum Syiah.
Sejak awal, AM Waskito menduga posisi Said Agil Siraj bukan hanya sebagai pemberi kata pengantar. “Bisa jadi, dia terlibat langsung di balik proyek penerbitan buku-buku propaganda itu,” ungkapnya curiga.
Dan benar saja, KH. Said Agil Siraj kepada voa-Islam mengakui, bahwa buku yang ditulis Syaikh Idahram adalah atas bimbingannya. “Saya lah yang membimbing penulisnya,” kata Said Agil terus terang.  Desastian (voaislam.com, disingkat)
(nahimunkar.com)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar