Selamat datang di Blog ini

Menebar Dakwah Salafiyyah, Ahlus Sunnah wal Jamma'ah

Jumat, 06 Juli 2012

Syaikh Abdullah Ibn Jibrin Wafat

Syaikh Abdullah Ibn Jibrin Wafat


إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ (155) الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ (156) أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ (157)
“Dan sungguh akan kami uji kalian dengan sesuatu dari rasa takut,kelaparan dan kekurangan harta,jiwa dan buah-buahan.Dan berilah kabar gembira bagi orang-orang yang sabar.Mereka yang apabila ditimpa musibah mengatakan “Innalilllah wainna ilaihi roji’un”.Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Rabb mereka.Dan merekalah orang-orang yang mendapat petunjuk. Al Baqarah (155-157)
Telah berpulang kerahmat Allah Syaikh kita, Imam kita dan orangtua kita Syaikh Abdullah bin Abdirrahman Ibnu Jibrin jam 2 siang ba’da sholat dzuhur pada hari ini , Senin 20/7/1430 H. Dan rencana akan dishalatkan besok Selasa 21/7/1430H di Jami’ Imam Turkiy bin Abdillah (Al Jami’ Al Kabir) di Riyadh. Kita memohon kepada Allah agar Allah limpahkan kepada beliau rahmat dan membalasnya dengan kebaikan sebaik-baik ganjaran.Serta menjadikan beliau bersama para malaikat di surga firdaus yang paling tinggi.Sesungguhnya Allah berkuasa dan mampu untuk itu.Innalillah wa inna ilaihi raji’un.
Maktab Syaikh Abdullah Ibn Jibrin
Senin,20/7/1430H bertepatan 13 Juli 2009
sumber: salafyitb.wordpress.com

إنا لله وإنا إليه راجعون

بسم الله الرحمن الرحيم”ولنبلونكم بشيء من الخوف والجوع ونقص من الأموال والأنفس والثمرات وبشر الصابرين * الذين إذا أصابتهم مصيبة قالوا إنا لله وإنا إليه راجعون * أولئك عليهم صلوات من ربهم ورحمة وأولئك هم المهتدون”انتقل إلى رحمة الله تعالى شيخنا وإمامنا ووالدنا الشيخ عبدالله بن عبدالرحمن ابن جبرينفي الساعة الثانية من بعد ظهر اليوم الاثنين 20/7/1430هـ وسيصلى عليه ظهر غد الثلاثاء 21/7/1430هـ في جامع الإمام تركي بن عبدالله (الجامع الكبيربالرياض وسيدفن في مقبرة العود . نسأل الله أن يتغمده برحمته وأن يجزيه عن المسلمين خير الجزاء وأن يجعله مع السفرة الكرام البررة في الفردوس الأعلى من الجنة إنه ولي ذلك والقادر عليه.وإنا لله وإنا إليه راجعون  مكتب الشيخ عبدالله الجبرينالاثنين….المزيد

Sumber: http://moslemsunnah.wordpress.com/2009/07/14/wafatnya-syaikh-abdullah-ibn-jibrin/

Biografi

Print
E-mail
Written by Abu Afif
Wednesday, 07 January 2009 20:31
Beliau adalah Abdullah bin Abdurrahman bin Abdullah bin Ibrahim bin Fahd bin Hamad bin Jibrin.
Syaikh Ibnu Jibrin dilahirkan pada tahun 1352 H di salah satu perkampungan daerah al-Quwai’iyyah dan tumbuh berkembang di kota ar-Rin. Beliau mulai belajar pada tahun 1359 H sekalipun terlambat menyelesaikan studinya dari waktu yang semestinya karena tidak adanya madrasah tingkat lanjutan di sana. Akan tetapi, beliau dapat menekuni al-Qur’an saat berusia 12 tahun, belajar menulis dan kaidah imla’ secara tradisional. Kemudian beliau mulai menghafal al-Qur’an sehingga berhasil mengkhatamkannya pada tahun 1367 H. Sebelum itu, beliau sudah belajar dengan metode al-Qira’ah dasar-dasar ilmu dan beliau memulainya dari ayahnya, yaitu awal kitab al-Ajrumiyyah dalam ilmu Nahwu. Demikian juga, Matn ar-Rahbiyyah di dalam Ilmu Faraidh, kitab al-Arba’in an-Nawawiyyah di dalam Ilmu Hadits secara hafalan dan kitab ‘Umdah al-Ahkam di dalam Ilmu Fiqh dan berhasil menghafal sebagiannya. Setelah sempurna hafalan al-Qur’annya, be-liau mulai belajar dengan metode yang sama kepada guru beliau, Syaikh Besar Abdul Aziz bin Muhammad Abi Habib asy-Syatsri, setelah itu kepada Syaikh Shalih bin Muthlaq dan Syaikh Muhammad bin Ibrahim Ali Syaikh.
Dalam studi formal, beliau juga belajar dengan metode al-Qira’ah tersebut kepada sejumlah ulama seperti Syaikh Ismail al-Anshari, Syaikh Abdul Aziz bin Nashir bin Rasyid, Syaikh Hammad bin Majd al-Anshari, Syaikh Muhammad al-Baihani dan Syaikh Abdul Hamid Ammar al-Jaza’iri.
Pada jenjang Magister, beliau belajar dengan metode yang sama kepada banyak ulama besar seperti Syaikh Abdullah bin Muhammad bin Humaid, Syaikh Abdurrazzaq Afifi (salah seorang ulama besar terkenal), Syaikh Manna’ al-Qaththan, Syaikh Umar bin Matrak rohimahullah, Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab al-Buhairi, Syaikh Muhammad Hijazi, pengarang buku ‘at-Tafsir al-Wadhih’ (dari Mesir), Syaikh Thaha ad-Dasuqi al-Arabi (dari Mesir juga) yang memiliki wawasan keil-muan yang luas, banyak melakukan penelitian dan menghafal disertai kefasihan dan pandai dalam ilmu Bayan, serta para ulama lainnya.
Beliau juga banyak menimba ilmu dari para syaikh lainnya da-lam studi non formal, di antaranya yang paling masyhur, yang mulia asy-Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rohimahullah yang selalu beliau hadiri kebanyakan pengajiannya yang diadakan di al-Jami’ al-Kabir (Masjid Raya) di Riyadh. Juga, Syaikh Muhammad bin Ibrahim al-Muhaizi’ dan Syaikh Abdurrahman bin Muhammad bin Huwaimil.
Jabatan Dan Tugas Yang Pernah Diemban
Beliau pernah diutus ke perbatasan utara bersama para da’i lainnya pada awal tahun 1380 H atas perintah Raja Su’ud dan persetujuan dari Syaikh Muhammad bin Ibrahim serta diketuai oleh guru beliau, Syaikh Abdul Aziz asy-Syatsri n. Juga ikut, sebagian syaikh-syaikh yang lain, misi itu berlangsung selama empat bulan.
Beliau juga pernah diangkat sebagai pengajar pada Ma’had Imam ad-Da’wah pada bulan Sya’ban tahun 1381 H hingga tahun 1395 H.
Pada tahun 1395 H, beliau pindah ke Fakultas Syariah di Riyadh dan mengajar materi Matn at-Tadammuriyyah dan lainnya.
Pada tahun 1402 H pindah lagi ke Ri’asah al-Buhuts al-’Ilmiyyah Wa al-Ifta’ Wa ad-Da’wah Wa al-Irsyad (pimpinan pusat pengkajian ilmiah, penggodokan fatwa, dakwah dan penyuluhan) sebagai anggota Majlis Fatwa. Tepatnya, fatwa-fatwa lisan, via telepon, menulis fatwa-fatwa mendesak, penyelesaian pembagian masalah-masalah faraidh dan mengkaji fatwa-fatwa al-Lajnah ad-Da’imah (Lembaga Tetap) yang layak dipublikasikan serta membaca kajian-kajian yang disodorkan ke majalah untuk kelayakan penerbitannya atau tidak. Beliau masih tetap melakukan aktifitas ini hingga berakhirnya masa pengabdian beliau di Dar al-Ifta’.

Tugas-Tugas Lainnya

Syaikh Ibnu Jibrin melakukan banyak aktifitas dakwah yang beragam dalam skala harian atau mingguan seperti berkhuthbah, mengisi kajian, berceramah, berfatwa dan menjawab konsultasi-konsultasi.
Karya-Karya Tulisnya
Karya tulis pertamanya adalah berupa tesis yang diajukan untuk meraih gelar ‘Magister’ pada tahun 1390 H berjudul ‘Akhbar al-Ahad Fi al-Hadits an-Nabawy’ dan berhasil meraih prestasi ‘Istimewa’.
Karya-karya tulis lainnya:
  • التدخين؛ مادته وحكمه في الإسلام
  • الجواب الفائق في الرد على مبدل الحقائق
  • الشهادتان؛ معناهما وما تستلزمه كل منهما
  • التعليقات على متن اللمعة
  • Disertasi Doktoral berjudul :
  • تحقيق شرح الزركشي على مختصر الخرقي
(Disertasi ini hanya terbatas pada awal syarah bab tentang Nikah dalam bentuk ‘Studi dan Analisis’).

Setelah menyelesaikan disertasi tersebut dan telah meraih gelar ‘Doktor’, beliau meneruskan studi dan analisis terhadap buku tersebut hingga selesai dan dicetak oleh percetakan perusahaan ‘al-’Ubaikan untuk penerbitan dan pendistribusian’ yang terdiri dari 7 jilid besar.
Belum lagi ditambah dengan berbagai risalah dan buletin yang dicetak beberapa kali dalam momentum-momentum tertentu seperti musim haji, Ramadhan dan lainnya.
Semoga Allah menganugerahkan penjagaanNya terhadap Syaikh kita ini dan menjadikan dirinya dan ilmunya bermanfaat bagi Islam dan kaum Muslimin.

Berikut ini kami kutipkan nama-nama para Ulama Ahli Hadits:

Saturday, February 7, 2009

Para Ulama Ahlul Hadist

Nama-nama para Ulama ahlul hadist Para sahabat, tabi’in, dan tabi’ut tabi’in, beserta keluarga Rasulullah SAW.
Bismillahirrahmanirrahiim.
Nama-nama para ulama ahlul hadist di mulai dari zaman sahabat hingga sekarang yang mashur.
1. Khalifah ar-Rasyidin :
* Abu Bakar Ash-Shiddiq
* Umar Bin Al-Khaththab
* Ali bin Abi Thalib
Para Ulama Ahlul Hadist
2. Al-Abadillah :
* Ibnu Umar
* Ibnu Abbas
* Ibnu Az-Zubair
* Ibnu Amr
* Ibnu Mas’ud
* Aisyah binti Abu Bakkar
* Ummu Salamah
* Zainab binti Jahsy
* Anas bin Malik
* Zaid bin Tsabit
* Abu hurairah
* Jabir bin Abdillah
* Abu sa’id Al-Khudri
* Muadz bin Jabal
* Abu Dzar Al-Ghifari
* Sa’ad bin Abi Waqqash
* Abu Darda’
3. Para Tabi’in :
* Sa’id bin Al-Musayyab wafat 90H
* Urwah bin Zubair wafat 99H
* Sa’id bin Zubair 95H
* Ali bin Al-Husain Zainal Abidin wafat 93H
* Muhammad bin Al-Hanafiyah wafat 80H
* Ubaidullah bin Abdillah bin Utbah bin Mas’ud wafat 94H
* Salim bin Abdullah bin Umar wafat 106H
* Al-Qasiim bin Muhammad bin Abi Bakr As-Shiddiq
* Al-Hassan Al-Bashri wafat 110H
* Muhammad bin Sirin wafat 110H
* Umar bin Abdul Aziz wafat 101H
* Nafi’ bin Hurmuz wafat 117H
* Muhammad bin Syihab Az-Zuhri wafat 125H
* Ikrimah wafat105H
* Asy-Sya’by wafat 104H
* Ibrahin An-Nakha’i wafat 96H
* Aqamah wafat 62H
4. Para Tabi’ut Tabi’in :
* Malik bin Anas wafat 179H
* Al-Auza’iy wafat 157H
* Sufyan bin Sa’idAts-Tsaury wafat 193H
* Sufyan bin Uyainah wafat 193H
* Al-Laist bin Sa’ad wafat175H
* Syu’bah bin Al-Hajjaaj wafat 160H
* Abu Hanifah An-Nu’man wafat 150H
5. Atba’ Tabi’it Tabi’in : Setelah para Tabi’ut Tabi’in : 
* Abdullah bin Al-Mubarrak wafat 181H
* Waki’ bin Al-Jarrah wafat 197H
* Abdurrahman bin Mahdiy wafat 198H
* Yahya bin Sa’id Al-Qaththan wafat 198H
* Imam Syafi’i wafat 204H
6. Murid Atba’ Tabiut Tabi’in :
* Ahmad bin Hambal wafat 241H
* Yahya bin Ma’in wafat 233H
* Ali bin Al-Madiniy wafat 234H
* Abu Bakar bin Abi Syaibah wafat 235H
* Ibnu Rahawaih wafat 238H
* Ibnu Qutaibah wafat 236H
7. Kemudian murid-muridnya seperti :
* Al-Bukhari wafat 256H
* Al-Muslim wafat 271H
* Ibnu Majah wafat 273H
* Abu Hatim wafat 277H
* Abu Zur’ah wafat 264H
* Abu Dawud wafat 275H
* At-Tirmidzi wafat 279H
* An-Nasa’i wafat 234H
8. Generasi berikutnya : orang-orang generasi berikutnya yang berjalan di jalan mereka adalah : * Ibnu Jarit Ath-Thabary wafat 310H
* Ibnu Khuzaimah wafat 311H
* Muhammad bin Sa’ad wafat 230H
* Ad-Darruquthni wafat 385H
* Ath-tahawi wafat 321H
* Al-Ajurri wafat 360H
* Ibnu Hibban wafat 342H
* Ath-Tabaraniy wafat 360H
* Al-Hakim An-Naisaburi wafat 405H
* Al-Lalika’i wafat 416H
* Al-Baihaqqi wafat 458H
* Al-Khathib Al-Baghdadi wafat 463H
* Ibnu Qudamah Al-Maqdisi wafat 620H
9. Murid-Mrid mereka :
* Ibnu Daqiq Al-Led wafat 702H
* Ibnu Taimiyah wafat 728H
* Al-Mizzi wafat 742H
* Imam Adz-Dzahabi wafat 748H
* Imam Ibnu Qoyyim Al-Jauziyyah wafat 751H
* Ibnu Katsir wafat 774H
* Asy-Syathibi wafat 790H
* Ibnu Rajab wafat 795H
10. Ulama Generasi akhir :
* Ash-shan’ani wafat 1182H
* Muhammad bin Abdul Wahhaab wafat 1206H
* Muhammad Siddiq Hassan Khan wafat 1307H
* Al-Mubarakfuri wafat 1427H
* Abdurrahman As-sa’di wafat 1367H
* Ahmad syakir wafat 1377H
* Muhammad bin Ibrahim Alu-Asy-Syaikh wafat 1389H
* Muhammad Amiin as-syinqithi wafat 1393H
* Muhammad Nasiruddin Al-Bani wafat 1420H
* Abdul Aziz bin Abdillah Baz wafat 1420H
* Hammad Al-Anshari wafat 1418H
* Hamud At-Tuwajiri wafat 1413H
* Muhammad Al-Jami wafat 1416H
* Muhammad bin shalih Al-Utsaimin wafat 1423H
* Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i wafat 1423H
* Shalih bin Fauzan Al Fauzan hafidhahullah
* Abdul Muhsin Al-Abbad hafidhahullah
* Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali hafidhahullah.
Para Ulama Salaf Lainnya
Para Ulama Salaf Ahlul Hadits selain yang disebutkan diatas yang masyur dizamannya antara lain :
Imam Abu ‘Ubaid Al-Qasim bin Sallam (wafat 220H) 
Ibnu Abi Syaibah (159-235 H) 
Imam Asy Syaukani (172-250 H) 
Imam al-Muzanniy (wafat 264H) 
Imam Al Ajurri (190-292H) 
Imam Al Barbahari (wafat 329 H) 
Abdul Qadir Al Jailani (471-561 H) 
Al-Hafidh Al Mundziri 581-656H 
Imam Nawawi (631-676H) 
Imam Ibnul-Qoyyim al-Jauziyyah (wafat 751 H) 
Ibnu Hajar Al ‘Asqolani (773-852 H) 
Imam As Suyuti (849-911 H) 
Para Ulama sekarang yang berjalan diatas As-Sunnah yaitu:
Syaikh Ahmad An-Najmi (1346-1410.H) 
Syaikh Abdullah Muhammad IbnHumayd (1329-1402H) 
Syaikh Muhammad Aman Al-Jami (1349-1416 H) 
Syaikh Muhammad Dhiya`I (1940-1994.M) 
Sayyid Sabiq (1915-2000.M) 
Syaikh Abdullah Al Ghudayyan (1345H..H) 
Syaikh Ubaid Al-Jabiri (1357H..H) 
Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al Jibrin (1349H..H) wafat jam 2 siang ba’da sholat dzuhur,senin 20/7/1430 H/ 13 Juli 2009M
Syaikh Salim Bin ‘Ied Al Hilali 1377H/1957M 
Syaikh Ali bin Hasan Al Halaby (1380H..H) 
Syaikh Abu Ubaidah Masyhur Hasan Salman (1380.H..H) 
Para Ulama Sekarang lainnya yang berjalan di atas As-Sunnah
Keluarga Rasulullah SAW :
Istri- istri Nabi زوجات النبي
Khadijah binti Khuwailid (wafat 3 SH) 
Zainab binti Khuzaimah (wafat 1 SH) 
Aisyah binti Abu Bakar (wafat 57 H) 
Hafsah binti Umar (wafat 45 H) 
Juwairiah binti Harits bin Abu Dhirar (wafat 56 H) 
Maimunah binti Harits (wafat 50 H) 
Mariah Qibtiah (wafat 16 H) 
Saudah binti Zam`ah (wafat 23 H) 
Sofiah binti Huyai bin Akhtab (wafat 50 H) 
Ummu Habibah binti Abu Sofyan (wafat 44 H) 
Ummu Salamah (wafat 57 H) 
Zainab binti Jahsy (wafat 20 H) 
Putra-Putri Nabi:
Al- Qasim bin Muhammad 
Zainab binti Muhammad (wafat 8 H.) 
Ruqayyah binti Muhammad (wafat 2 H) 
Ummu Kultsum (wafat 9 H) 
Fatimah Az-Zahra (wafat 11 H) 
Abdullah bin Muhammad (meninggal ketika kecil) 
Ibrahim bin Muhammad (wafat 10 H ketika kecil) 
Cucu Nabi 

Abdullah bin Usman bin Affan (Putra Ruqayyah) 
Ali bin Abul Ash (Putra Zainab.meninggal ketika kecil.) 
Hasan bin Ali bin Abu Talib (3-50 H.) 
Husain bin Ali bin Abu Talib (4-61 H) 
Zainal Abidin (wafat 93H) 
Ummi Kultsum binti Ali bin Abu Thalib (wafat.75H) 
Paman Nabi
Abbas bin Abdul Mutalib (wafat 32 H) 
Abu Thalib bin Abdul Muthalib (wafat 3 tahun Sebelum Tahun Hijrah) (membela Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam namun Abu Thalib sampai wafat tidak masuk Islam, red nahimunkar.com).
Hamzah bin Abdul Mutalib (wafat 3 H)

Sumber: http://nadanurfauzie-audahilarabb.blogspot.com/2009/02/hadist.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar